Jumat, 25 Maret 2011

Herba Suplemen

Asam lemak esensial
Asam lemak yang dibutuhkan untuk kelancaran proses metabolisme tetapi tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh atau tidak dapat mencukupi kebutuhan minimal sehingga harus disupply dari luar misalnya dari makanan.
Asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acids, PUFA) adalah: asam lemak yang memiliki dua atau lebih ikatan rangkap tipe cis yang biasanya dipisahkan oleh satu metilen group (methylene interrupted polyenes)


Penggolongan PUFA
1. Asam lemak tak jenuh jamak rantai pendek
(short chain polyunsaturated fatty acids (SC-PUFA)):
ALA : asam alfa-linolenat (α-Linolenic acid (18:3) - ω-3 )
LA : Asam Linoleat (Linoleic acid (18:2) - ω-6)
Keduanya tidak disintesis oleh manusia karena tidak adanya enzym desaturase. Keduanya merupakan prekursor untuk pembentukan asam lemak yang lebih panjang dan memiliki ikatan rangkap lebih banyak (LC-PUFA = long-chain polyunsaturated fatty acids)
2. Asam lemak tak jenuh jamak rantai panjang
(Long chain polyunsaturated fatty acids (LC-PUFA)):
Asam lemak Omega-3: EPA (20:5), DHA (22:6)
Asam lemak Omega-6: GLA (18:3), DGLA (20:3), AA (20:4)
Asam lemak Omega-9: asam oleat

Tubuh manusia tidak mampu menghasilkan enzim desaturase, tetapi mampu memanjangkan dan merombak PUFA.

Manusia dapat mengkonversi ALA menjadi EPA dan DHA, tetapi proses ini berlangsung tidak efisien, yaitu hanya kurang dari 1% - 5% saja.
Jumlah ini dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, diet, khususnya intake PUFA yang lain.

Peranan asam lemak esensial dalam tubuh
Komponen membran sel
Produksi prostaglandin

Pengaruh konsumsi Omega-3 terhadap anak-anak
Perkembangan otak dan retina
Mengatasi gangguan konsentrasi
Mengatasi hiperaktivitas

Pengaruh konsumsi PUFA terhadap depresi
Pasien depresi memiliki kadar Omega-3 yang rendah.
Kadar omega-3 terhadap omega-6 mempengaruhi tingkat keparahan depresi

Pengaruh konsumsi Omega-3 terhadap kesehatan jantung
Anti hemostatik dan anti trombosis
Menurunkan tekanan darah
Dislipidemia
Mengatasi gangguan detak jantung

Pengaruh konsumsi ω-3 dan GLA untuk mengatasi efek negatif asam arakidonat
Displacement
Competitive inhibition
Counteraction

Bagaimana sebaiknya konsumsi asam lemak esensial?
Konsumsi PUFA membutuhkan ekstra antioksidan nutrisi, misal Vitamin E
Konsumsi PUFA sebaiknya setelah makan yang mengandung lemak untuk mengaktivasi mekanisme penyerapan lemak tubuh

Omega-3
ALA (asam alfa linolenat = Alpha linolenic Acid) 18:3 ω-3
Merupakan asam lemak omega-3 yang paling pendek. Memiliki 18 atom karbon dengan 3 ikatan rangkap. Diproduksi oleh tubuh sesuai dengan keperluan, dan peranannya sangat penting bagi struktur membran sel dan banyak proses biologis.
ALA ditemukan pada tahun 1930-an sebagai salah satu antioksidan utama yang penting, dan bertindak secara sinergik (saling memperkuat) dengan antioksidan lain, terutama vitamin C dan E.

ALA (asam alfa linolenat = Alpha linolenic Acid) 18:3 ω-3
Sebagai antioksidan kuat, ALA berfungsi sebagai regenerator glutation
Suplementasi ALA bermanfaat untuk mencegah proses penuaan, kanker, dan keracunan logam berat. Menurut penelitian yang dimuat pada publikasi Diabetologia, pemberian suplementasi ALA membantu menormalkan kembali lesi biokimia yang terjadi sebagai gejala proses penuaan
ALA juga bermanfaat mencegah dan membantu mengobati diabetes tipe 2 ALA mengoreksi kekurangan nutrisi pada penderita diabetes dengan meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel-sel yang sangat penting untuk mempertahankan kadar gula darah pada tingkat normal, dan mencegah terjadinya komplikasi diabetik

ALA (asam alfa linolenat = Alpha linolenic Acid) 18:3 ω-3
ALA yang terlarut dalam lemak maupun air mempunyai jangka waktu pemakaian yang panjang, sehingga bisa lama digunakan tubuh. Suplementasi diberikan bila asupan ALA dari sumber makanan tidak mencukupi, terutama pada masa pertumbuhan, usia lanjut dan sakit kronis.
Sumber: Minyak biji rami (flax seed), canola, borage, blackcurrant, walnuts
Penggunaan: Untuk perawatan kesehatan, kapsul atau tablet dosis 50 mg perhari sebagai makanan kesehatan atau produk multi vitamin. Untuk terapi diabetes, dosis 100 mg dua sampai tiga kali sehari
Perhatian: dosis terapi ALA tidak dianjurkan untuk anak-anak, ibu hamil atau ibu menyusui

Omega-3
EPA (asam eikosapentaenoat = Eicosapentaenoate Acid) 20:5 ω-3
Merupakan prekursor prostaglandin (anti-inflamatorik dan alergi) yang bermanfaat menurunkan respons peradangan (inflamasi) melalui cara berkompetisi dengan asam arakidonat penyebab radang. Suplementasi EPA sangat efektif mengatasi penyakit inflamatorik, terutama rematik (artritis rematoid). Selain itu, dilaporkan juga bahwa EPA berperan sangat penting bagi struktur membran sel dan banyak proses fisiologis lainnya.
Sumber: ikan laut dalam, misalnya makerel, herring, sarden dan salmon dan minyak hati ikan cod (pure cod liver oil)
Penggunaan: Untuk memperkuat imunitas dan mendukung pertumbuhan anak, dosis kapsul 1 g sehari

Omega-3
DHA (asam dokosaheksaenoat = Dokosahexaenoate Acid) 22:6 ω-3
DHA bermanfaat memberikan efek anti-inflamatorik yang tinggi, dan sering digolongkan dalam kelompok EPA. DHA terlibat dalam perkembangan otak di usia pertumbuhan dan pemulihan kesehatan obat di saat penuaan
Kontroversi tentang DHA:
Rekomendasi dari WHO, 1994 berdasarkan hasil riset yang menemukan bahwa DHA terkonsentrasi di otak dan retina pada bayi yang disusui ibunya (breast-fed). Bayi2 tersebut memiliki tendensi untuk lebih baik dalam pertumbuhan dan test kognitifnya
FDA tidak mengizinkan supplemen DHA dalam susu formula bayi

DHA merupakan komponen utama PUFA di membran fosfolipid sel syaraf terutama di otak (40%) dan retina (60%) dan sperma. 50% berat membran syaraf terdiri atas DHA
DHA merupakan komponen utama asam lemak yang terkandung dalam breast milk (0,07->1%)
DHA dan EPA merupakan prekursor untuk pembentukan docosanoids yang merupakan molekul signaling yang penting untuk proses anti inflamasi dan neuroprotective dalam tubuh
Kadar DHA yang rendah dalam darah terbukti menurunkan level serotonin di otak yang terkait dengan penyakit seperti Alzheimer, depresi dan kurang konsentrasi
Sumber: Makerel, herring, sarden, dan salmon, spirulina, chlorella
Penggunaan: Untuk perawatan kesehatan dosis 10 mg sehari. Sebagai suplemen, DHA terdapat dalam banyak produk multivitamin dan makanan kesehatan

Omega-3
Asam steridonat (Stearidonic acid = moroctic acid) 18:4 ω-3
Merupakan asam lemak omega-3 hasil biosintesis dari ALA oleh enzim delta 6-desaturase
Prekursor untuk EPA dan DHA
Sumber: minyak ikan dan minyak tumbuhan: hemp seed, black currant dan spirulina
Suplementasi: pelembab kulit, thrombosis, inflamasi dan kanker

Omega-6
GLA (asam gama linolenat = gamma linolenic Acid) 18:3 ω-6
Pembentuk prostaglandin seri 1 dan 2 yang berperan dalam proses anti radang dengan sasaran kerja pada sistem pengontrolan gula darah. Defisiensi Omega-6 membuat jaringan menjadi kurang responsif terhadap insulin sehingga terjadi gangguan pada pengaturan gula darah. Sebaliknya, diabetes dapat menyebabkan gangguan metabolisme Omega-6
Defisiensi terjadi pada usia lanjut dikarenakan penyerapan yang kurang efektif
Suplementasi: efektif membantu menghilangkan nyeri dan radang pada pasien atritis rematoid, juga untuk wanita yang mengalami gangguan haid
Sumber: Minyak biji: evening primrose, black currant, borrage

Omega-9
Asam Oleat (Oleic acid) 18:1 ω-9
Menurunkan kadar kolesterol sehingga menurunkan resiko penyakit jantung.
Mengurangi terjadinya atherosklerosis
Meningkatkan fungsi imun, melindungi terhadap berbagai tipe kanker
Menurunkan resistensi terhadap insulin, sehingga meningkatkan pemeliharan kadar gula darah normal

Blackcurrant seed oil (Ribes nigrum)
Kandungan kimia:
Kaya akan asam gamma linolenat (GLA) 17%; ALA 13%
Indikasi:
Meningkatkan kekebalan tubuh dengan menekan pembentukan prostaglandin-E, anti inflamasi melalui stimulasi produksi prostaglandin-1, PMS, menopause, menurunkan tekanan darah
Dosis terapi harian: 600-6.000 milligrams.
Kapsul tersedia dalam kemasan 200 – 400 mg, masing2 mengandung 14-19% GLA

Evening Primrose (Oenothera biennis)
Produksi:
Minyak dari biji dengan metode ekstraksi dingin menggunakan heksan
Kandungan minyak biji evening primrose
Asam linoleat 65-80%; asam oleat 6-11%; asam gamma linolenat 8-14%; asam palmitat 7-10%
Indikasi dan Penggunaan
Neurodermatitis, sindrom premensturasi, suplemen diet, hiperaktivitas pada anak-anak, menurunkan kadar kolesterol
Dosis:
Kapsul yang distandardisasi menggunakan 0,5% asam gamma linolenat, 3 kali sehari 1-2 kapsul.

Flax seed oil = Linseed oil (Linum usitatissimum)
Kandungan kimia:
asam linolenat 40 – 70%, asam linoleat 10-25%, asam oleat 13-30%

Borago officinalis
Kandungan kimia:
Asam gama linolenat 17-25%, asam linoleat
Penggunaan:
Neurodermatitis dan food supplement

Zaitun (Olea Europea)
Produksi:
Dari buah dengan metode pengepresan dingin
Kandungan kimia:
Asam oleat 56-83%, asam palmitat 8-20%, asam linoleat 4-20%
Indikasi dan penggunaan:
Sediaan dermatologik
Side efek:
Penggunaan internal dapat memicu kolik terutama pada penderita batu empedu

Saffflower oil (Carthamus tinctorius)
Produksi:
Minyak diesktraksi dari embrio buah
Kandungan kimia:
Asam linoleat 55-88%; asam linolenat
Indikasi dan penggunaan:
Pencegahan arteriosklerosis karena dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah

Canola seed oil = Low erucic acid Rapeseed oil (Brassica napus)
Produksi:
Minyak diesktraksi dengan metode pengepresan dingin
Kandungan kimia:
Asam oleat 65%, ALA dan asam linoleat 30%
Efek:
Menurunkan kadar kolesterol, trigliserida darah

Perilla seed oil (Perilla frutescens)
Kandungan kimia:
ALA 50-60%, terdapat dalam bentuk trigliserida
Indikasi dan pengunaan:
Suplemen untuk melindungi jantung, membantu mencegah blood clotting, mengatasi beberapa simptom inflamasi, pencegahan kanker
Note:
Warfarin (aktivitas anti trombosis), hemofili, sebelum operasi, dapat menimbulkan diare. Interaksi dengan aspirin dan NSAIDs, bawang putih, ginkgo

Hemp seed oil (Cannabis sativa)
Kandungan kimia:
LA (50-70%), ALA (15-25%) dan GLA (1-6%). Perbandingan LA dan ALA memenuhi kebutuhan tubuh akan EFA, sehingga penggunaan secara terus menerus tidak menyebabkan defisiensi atau ketidakseimbangan EFA

Cod liver oil (Gadus sp.)
Perbedaan dengan minyak ikan: diestraksi dari hati ikan
Kaya akan EPA dan DHA, vit A dan D
Kerugian:
Kemungkinan kontaminasi logam berat dan dioxin, bau, vegetarian, kandungan vit A, kandungan lemak

Spirulina
Food suplemen dari sianobakteria:
Arthrospira platensis, and Arthrospira maxima
Kaya akan GLA, juga mengandung ALA, AA, SDA, EPA, DHA
Diproduksi dalam fermentor, memungkinkan hasil yang bebas kontaminasi

Virgin Coconut Oil (Cocos nucifera)
89,6% asam lemak jenuh (mayoritas asam laurat) dan 6,4% asam lemak tak jenuh (mayoritas asam oleat)
Kaya akan asam lemak jenuh rantai medium (asam laurat=C12:0)
Kaya akan asam lemak jenuh rantai medium (asam laurat=C12:0). Asam laurat memiliki daya antimikroba.

Minyak buah merah (Pandanus conoideus)
74,9% asam lemak tak jenuh (asam oleat, linoleat, ALA dan asam palmitat)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk