Minggu, 13 Februari 2011

fitoterapi bag 4

KEMUNGKINAN TERJADINYA KOMBINASI EFEK KANDUNGAN AKTIF DALAM SATU BAHAN
 EFEK KOMPLEMENTER
Saling mendukung menuju satu indikasi dengan mekanisme berbeda
 EFEK SINERGISME
Saling mendukung menuju satu indikasi dengan mekanisme sama sehingga saling menguatkan
 EFEK KONTRAINDIKASI
Dua kandungan kimia atau lebih yang memiliki efek berlawanan
 EFEK BERLAINAN

EFEK KOMPLEMENTER
HERBA THYMI (Thymus vulgaris)
 Senyawa fenol : timol, karvakrol à Anti mikroba
 Minyak atsiri à Ekspektoran/Pengencer dahak
 Flavon polimetoksi à Spasmolitik/Meredakan batuk

EFEK SINERGISME
KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus)
 Flavon polimetoksi : Flanonoid sinensetin, eupatorin à Diuretika
 Garam kalium à Diuretika
 Inositol à Diuretika

EFEK KONTRAINDIKASI
TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza)
 Kurkumin dan desmetoksikurkumin
à Memacu produksi cairan empedu
à Penggunaan kholesterol tubuh meningkat
à Kadar kholesterol darah turun
 Minyak atsiri
à Memacu nafsu makan
à Masukan lemak dan kholesterol tubuh tinggi à Kadar kholesterol darah naik

EFEK BERLAINAN
MENGKUDU (Morinda citrifolia)
 Kumarin : Skopoletin à Penurun tekanan darah
 Alkaloid : Xeronin à Penurun kadar gula darah
 Antrakinon : Morindon à Laksansia

KOMBINASI EFEK DALAM RAMUAN
 EFEK KOMPLEMENTER
 EFEK SINERGISME
 EFEK KONTRAINDIKASI
 PENGHAMBATAN ABSORPSI
 PENINGKATAN ABSORPSI
 PENGURANGAN WAKTU TRANSIT USUS
 PENINGKATAN BIOAVAILABILITAS MELALUI PENGHAMBATAN SITOKROM P450
 PENINGKATAN BIOAVAILABILITAS MELALUI PENGHAMBATAN GLUTATHION S-TRANSFERASE

EFEK KOMPLEMENTER
R/ Seledri
Kumis kucing
Seledri à Flavonoid Apiin dan Apigenin à Vasodilator à Tekanan darah turun
Kumis kucing à Flavonoid polimetoksi : sinensetin, eupatorin; garam kalium; dan inositol à Diuretika à Penurunan tekanan darah
Contoh produk : Tensiguard dari phapros

EFEK SINERGISME
R/ Akar Valerian
Biji Pala

Akar Valerian à Valepotriate à Sedativa
Biji Pala (Myristica fragrans) à Miristisin à Sedativa

EFEK KONTRAINDIKASI
R/ Daun Lidah buaya
Akar Klembak
Lidah buaya à Antrakinon Aloin à Laksansia
Akar Klembak à Antrakinon Rhein à Laksansia
Tanin à Anti diare
à EFEK BERLAWANAN
R/ Daun sena (Cassia senna) à Senosida à Antrakinon à Laksansia
Daun teh (Camelia sinensis) à Tanin à susah BAB (tapi kadar tanin sangat kecil, jadi ternyata tidak bermasalah, dan diijinkan oleh badan POM)

PENGHAMBATAN ABSORPSI
 TANIN
à Bereaksi dengan protein
à Membentuk senyawa tak larut
à Melapisi dinding usus
à Menghambat absorpsi zat aktif
à Efek Farmakologi berkurang
Teh, Klembak, Daun Jambu Biji, Kayu Rapat (Parameria laevigata)
Tanin disini sebagai zat aktif

PENINGKATAN ABSORPSI
 SESKUITERPENOID
Komponen minyak atsiri
à Dapat meningkatkan absorpsi Kurkuminoid hingga konsentrasinya dalam darah meningkat 8 kali
à Efek Farmakologi meningkat
Kurkumin à hepar à metabolit (hasil reduksi), yang berefek metabolitnya
Kurkumin dan seskuiterpen à sama saja
Kurkumin + minyak atsiri à analgetika
Minyak atsirinya sendiri à analgetika

PENGURANGAN WAKTU TRANSIT USUS
 BIJI DAUN SENDOK
à Polisakarida
à Terkena air mengembang
à Bulk Laxative
à Meningkatkan BAB
à Mengurangi Intestinal transit time
à Kesempatan absorpsi zat aktif berkurang
à Efek Farmakologi berkurang

PENINGKATAN BIOAVAILABILITAS MELALUI PENGHAMBATAN SITOKROM P450
 PIPERIN
 TERHADAP KURKUMIN
à Menghambat Aktivitas Enzim CYP
à Metabolisme Kurkumin di hepar berkurang
à Ketersediaan hayati Kurkumin meningkat
à Kadar dalam darah meningkat 10 kali lipat
à Efek farmakologi meningkat
Lada hitam (Piper nigrum), Cabe jawa (Piper retrofractum)

PENINGKATAN BIOAVAILABILITAS MELALUI PENGHAMBATAN GLUTATHION S-TRANSFERASE
 KURKUMIN
à Menghambat aktivitas GST
à Metabolisme zat aktif lain berkurang
à Ketersediaan hayatinya meningkat
à Konsentrasi dalam darah meningkat
à Efek Farmakologi meningkat
Temulawak, kunyit, bengle (Zingiber purpurea) , temugiring (Curcuma heynena)

Temu ireng (curcuma aeruginosa)

CONTOH SEDIAAN
 KEMASAN
Tablet, Dus, 2 strip @ 10 tablet, strip @ 4 tablet
 DOSIS
2 kali sehari 1 tablet
 KOMPOSISI
Attapulgit 300 mg
Psidii Folii Extract 50 mg
Curcumae Domesticae Rhizomae Extract 75 mg
 KHASIAT
Untuk pengobatan diare non spesifik
 PERHATIAN
Tidak boleh diberikan pada anak di bawah 5 tahun dan penderita harus minum oralit. Bila dalam penggunaan 3 hari tidak sembuh, hubungi dokter

Diare
 SPESIFIK
Penyebab utama yang diketahui bakterinya salmonella typhi, kolera
 NONSPESIFIK
Penyebab utamanya belum diketahui

PENYAJIAN INFORMASI UNTUK DOKTER
 NAMA SEDIAAN
Untuk Fitofarmaka atau Obat Herbal Terstandar yang telah terdaftar di Badan POM
 NAMA BAHAN BAKU
Untuk bahan baku yang telah ada data klinisnya tetapi belum terdaftar di Badan POM

ORTHOSIPHONIS FOLIUM – Java Tea
 DEFINITION
Java tea consists of the fragmented, dried leaves and tops of stems of Orthosiphon stamineus Benth. (O. aristatus Miq.; O. spicatus Bak.)
 CONSTITUENTS
Up to 12% of minerals with a high proportion of potassium (2-10), approx. 0.2% of lipophilic flavones including sinensetin and isosinensetin (2,3,6,7,11-18), flavonol glycosides (15,16), rosmarinic acid 0.1-0.5% (3,16,18-20) and other caffeic acid depsides (15,16), inositol (8), phytosterols such as β-sitosterol (2), and up to 0.7% of essential oil (2,4,6,7,9,10,21); pimarane, isopimarane and staminane diterpenes (2,6,7,9,16,29,30) and chromenes such as methylripariochromene A (28,31,32)
 CLINICAL PARTICULARS
 Therapeutic indications
Irigation of the urinary tract, especially in cases of inflammation and renal gravel, and as an adjuvant in the treatment of bacterial infections of the urinary tract (2,7,16,33-35)
 Dosage
Adults: An infusion of 2-3 g of dried material in 150 ml of water two to three times per day; equivalent preparations (3,5,7,36)
 Method of administration
For oral administration
 Duration of administration
No restriction
 Contraindication
None known
 Special warnings and special precautions for use
Java tea should not be used in patients with oedema do to impaired heart and kidney function.
 Interaction with other medicaments and other forms of interaction
None reported.
 Pregnancy and lactation
No data available. In accordance with general medical practice, the product should not be used during pregnancy and lactation without medical advice.
 Effects on ability to drive and use machines
None known
 Undesirable effects
None reported
 Overdose
No toxic effects reported

PERATURAN MENTERI KESEHATAN R.I.
Nomor : 760/MENKES/PER/IX/1992
Tentang FITOFARMAKA
 FITOFARMAKA
Adalah sediaan obat dan obat tradisional yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya, bahan bakunya terdiri dari simplisia atau sediaan galenik yang telah memenuhi persyaratan yang berlaku
è Tidak harus produk yang terdaftar di Badan POM, yang penting sudah ada bukti keamanan dan khasiatnya baik dari hasil penelitian institusi maupun publikasi ilmiah yang diakui validitasnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk