Senin, 16 Agustus 2010

cream muka

laporan praktikum

I. DASAR TEORI
Terkait dengan kondisi Indonesia yang merupakan daerah tropis dengan dua macam musim maka ada banyak cara perawatan kulit. Pada musim kemarau intensitas sinar matahari sangat tinggi. Sedangkan paparan terhadap cahaya UV A atau UV B untuk jangka waktu panjang, bias menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker kulit. Kebiasaan untuk mencegah kulit terpapar sinar UV A atau sinar UV B, seperti mencegah kulit terkena sinar matahari, salah satunya adalah menggunakan produk tabir surya.
Permasalahan tidak sebatas pada pelindung kulit dari sinar ultraviolet tapi masih ada hal-hal lain seperti penanganan jerawat. Salah satu penyakit kulit yang tidak asing bagi remaja dan dewasa muda adalah jerawat. Penyakit ini tidak fatal namun merisaukan karena dapat mengurang kepercayaan diri akibat kurangnya keindahan wajah si penderita.
Untuk memelihara kulit muka digunakan berbagai macam cream, misalnya cold cream untuk mendinginkan kulit, cleansing cream untuk membersihkan kulit, foundation cream untuk dasar bedak dan lain-lain.
Cream muka pada dasarnya dibagi dua yaitu :
1) Cream yang mengandung minyak (lemak) dan dipakai sebagai cleansing, emollient, massage atau lubricating cream.
2) Cream yang mengandung lemak tetapi sabun stearat dipakai pada siang hari sebagai dasar bedak misalnya : foundation cream, vanishing cream, cream ini disebut “day cream” (cream untuk siang hari).
Kosmetik menurut Peemenkes RI no 239/men.Kes/Per/V/85 adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan, atau disemprotkan pada, dimasukkan dalam, dipergunakan pada bagian badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat.
Fungsi kulit adalah sebagai sawar utama antara tubuh dan lingkungan hidup yang terdiri atas berbagai macam agen, baik fisisk maupun kimia yang dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan kulit. Pada umumnya kulit resisten terhadap efek toksik dari sebagian besar agen lingkungan tersebut. Meskipun kebanyakan jerawat pada masa remaja atau dewasa muda di tempat predileksi (muka, leher, lengan atas, dada, dan punggung) tapi nyatanya jerawat bias dating kapan saja dan pada siapa saja. Jerawat dapat hadir pada bayi (neonatal acne), anak, dewasa, dan orang tua. Jerawat dapat muncul di perut, di betis, bahkan discortum, sebelum atau sesudah dating bulan.
Jerawat adalah penyakit kulita akibat peradangan mebahun dari folikel ilosebasea yang ditandai dengan adanya erupsi komedo, papul, pustule, nodus dan Krista pada tempat predileksi : muka, leher, lengan atas, dada dan punggung.
Radang saluran kelenjar minyak kulit tersebut dapat menyebabkan sumbatan aliran sebum yang dikeluarkan oleh kelenjar sebasea di permukaan kulit, sehingga kemudian timbul erupsi ke permukaan kulit yang dimulai dengan komedo. Proses radang selanjutnya akan membuat komedo berkembang menjadi papul, pustule, nodus dan kista. Bila peradangan surut terjadi jaringan perut berbagai bentuk.
Cream adalah sediaan setengah padat berupa emulsi kental mengandung air tidak kurang dari 60%, dimaksudkan untuk pemakaian luar. Cream dibedakan menjadi dua tipe, yaitu cream tipe minyak-air dan cream tipe air-minyak. Cream tipe air-minyak mudah menjadi kring dan mudah rusak. Untuk membuat cream digunakan zat pengemulsi, umumnya berupa surfaktan anion, kation atau nonion. Pemilihan surfaktan didasarkan atas jenis dan sifat cream yang dikehendaki. Untuk cream tipe minyak-air digunakan zat pengemulsi seperti trietanolaminil stearat dan golongan sorbitan, polisorbat, poliglikol, sabun. Untuk membuat cream tipe air-minyak digunkan zat pengemulsi seperti lemak bulu domba, setilalkohol, stearilalkohol, setaseum dan emulgida.
Penyimpanan cream dilakukan dalam wadah tertutup baik atau tube dan ditempat yang sejuk. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam sediaan cream diantaranya adalah stabilitas. Cream rusak jika terganggu system campurannya terutama disebabkan karena perubahan suhu dan perubahan komposisi disebabkan penambahan salah satu fase secara berlebihan atau pencampuran dua tipe cream jika zat pengemulsinya tidak tersatukan.
Agar lebih stabil disamping pengawet, ditambahkan zat antioksidan. Zat pengawet yang digunakan umumnya metilparaben 0,12% sampai 0,18% atau propilparaben 0,02% sampai 0,05%. Untuk pembuatan cream digunakan air yang telah dididihkan dan segera digunakan setelah dingin.
Zat aktif yang dipakai pada pembuatan cream jerawat adalah daun mimba (Azadirachta indica) termasuk dalam family umbuhan Mellaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah imbo, alemba, memphauh, intaran, margo sir, neem tree, nimbi. Kandungan alami yang sudah diketahui antara lain Azadirachtin, minyak gliserida, asam astilok sifuranili-dekahidro tetrametil-oksosiklopentanatolfuran-asetat, keton : heksahidro-hidroksitetrametil-fenantenon (nimbol). Khasiat : antidiabetes, antidiare, anti piretik, anti bilious, stimulant lever, merangsang/mengaktifkan kelenjar-kelenjar. Dalam farmakologi Cina disebut tanaman ini memiliki rasa pahit dan sifat netral.
II. RESEP
1) Cream tabir surya
a) R/ Ekstrak bahan alam 0,4g
Spermaceti 3g
Cera alba 3g
Parafin cair 14ml
Nipasol 0,05g
b) Na borat 0,5g
Nipagin 0,3g
Air suling q.s
2) Cream jerawat
R/ Paraffin liquid 11g
Adaps lanae 1g
Ekstrak bahan alam 1,25g
Infuse daun mimba 0,5g
Cera alba 4g
Spermaceti 1,5g
Aquadest 7g

III. ALAT DAN BAHAN
Alat :
• Cawan porselin
• Gelas pengaduk
• Gelas ukur
• Waterbath
• Timbangan
• Wadah cream
Bahan :
• Spermaceti
• Cera alba
• Parafin cair
• Nipasol
• Na borat
• Nipagin
• Air suling
• Paraffin liquid
• Adaps lanae
• Ekstrak bahan alam (wortel)
• Infuse daun mimba
• Cera alba
• Spermaceti
• Aquadest



IV. CARA KERJA
1) Cream Tabir Surya






2) Cream Jerawat







V. ANALISIS
1 Catat warna, baud an karakter fisik
2 Tes pH campur sedikit cream dlm air, ukur pH.

VI. HASIL
1) Cream Tabir Surya
a) Setelah pembuatan :
Warna : krem keruh
Bau : bau sedap malam
Konsistensi : kental, lunak licin, homogen
pH : 5
b) Setelah I minggu
Warna : krem keruh
Bau : bau sedap malam
Konsistensi : kental, lunak licin, homogeny
pH : 5

c) Minggu II
Warna : coklat porselin
Bau : bau sedap malam
Konsistensi : kental, lunak licin, zat aktif mulai memisah dibawah
pH : 5
Tidak ditumbuhi jamur
d) Minggu III
Warna : coklat porselin
Bau : bau sedap malam
Konsistensi : kental, lunak licin, zat aktif memisah dibawah
pH : 5
Tidak ditumbuhi jamur

2) Cream jerawat
a) Setelah pembuatan :
Warna : putih tulang
Bau : bau sedap malam
Konsistensi : kental agak cair, homogen
pH : 5
b) Setelah I minggu
Warna : putih tulang
Bau : bau sedap malam
Konsistensi : kental, agak cair, homogen
pH : 5
c) Minggu II
Warna : putih tulang
Bau : bau sedap malam
Konsistensi : kental, agak cair, zat aktif mulai memisah dibawah
pH : 5
Tidak ditumbuhi jamur
d) Minggu III
Warna : putih tulang
Bau : bau sedap malam
Konsistensi : kental, agak cair, zat aktif memisah dibawah
pH : 5
Tidak ditumbuhi jamur



VII. PEMBAHASAN
Praktikum ini bertujuan untuk membuat sediaan kosmetik alami yang khusus diguanakan pada kulit wajah yaitu cream tabir surya dan cream jerawat. Cream tabir surya digunakan untuk melindungi wajah dari paparan sinar UV A atau UV B. paparan sinar UV A atau UV B untuk jangka waktu panjang bias menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker kulit. Sedangkan cream jerawat berguna untuk mengatasi problem jerawat pada wajah. Jerawat adalah penyakit kulit akibat peradangan menahun dari folikel ilosebasea yang ditandai dengan adanya erupsi komedo, papul, pustule, nodus dari krista pada tempat predileksi muka, lengan atas, dada dan punggung.
Cream tabir surya termasuk kosmetik pelindung yang dikenakan pada kulit yang sudah bersih dengan tujuan melindungi kulit dari radiasi sinar ultraviolet matahari. Sinar ultraviolet dapat menimbulkan berbagai kelainan pada kulit muali dari kemerahan, noda hitam, penuaan dini, kekeringan, keriput sampai kanker kulit. Secara alami, kulit sudah berusaha melindungi dirinya beserta organ-organ dibawahnya dari bahaya sinar UV matahari, antara lain dengan membentuk butir-butir pigmen kulit (melanin) yang sedikit banyak memantulkan kembali sinar matahari.
Cream tabir surya yang dibuat pada percobaan kali ini merupakan cream jenis emulsi tipe W/O karena kadar lemak yaitu spermaceti, cera alba dan paraffin cair lebih banyak daripada aquadest. Keuntungan dari preparat emulsi adalah penampakanya yang menarik, serta konsistensinya yang menyenangkan sehingga memudahkan pemakaian. Na borat berfungsi untuk menambah daya volume sehingga nipasil berfungsi sebagai pengawet. Minyak mawar digunakan sebagai parfum.
Cream tabir surya yang dibuat pada praktikum kli ini menggunakan bahan alam sebagai zat aktifnya yaitu akstrak wortel. Sebagai basisnya digunakan campuran spermaceti, cera alba dan paraffin cair. Spermaceti mempunyai sifat emolien yang sangat baik. Sedangkan paraffin adalah campuran hidrokarbon yang diperoleh dari minyak mineral, tidak berasa, tidak berbau, berwarna putih bila telah diputihkan. Terdiri dari dua bentuk yaitu bentuk padat dan cair. Paraffin padat digunakan untuk mengeraskan cream sebab titik lebur campuran akan naik. Paraffin cair terdiri dari dua macam yaitu yang viskositasnya encer dan viskositasnya kental. Viskositas encer digunakan untuk pembuatan vanishing cream, viskositas kental digunakan untuk coldcream. Pada pembuatan cream tabir surya ini digunakan paraffin cair dengan viskositas encer.
Hasil analisis fisis dari cream tabir surya ini yaitu berwarna krem keruh, warna ini dipengarui karena warna ekstrak hitam. Berbau bunga sedap malam karena setelah selesai pembutan ditambahkan 3 tetes parfum sedap malam, memiliki konsistensi kental dan sedikit licin sehingga mudah dioleskan pada kulit. Setelah cream disimpan selama satu minggu dalam suhu kamar, cream tabir surya tetap stabil dengan tidak ditumbuhi jamur. Hasil tes pH cream ini memiliki pH 5 artinya cream sedikit memiliki pH dibawah pH kulit manusia.
Mimba dapat digunakan sebagai pestisida, karena mengandung bahan aktif khususnya azadirachtin, dan penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa mimba dapat digunakan sebagai obat. Kandungan bahan aktif utama pada mimba antara lain azadirachtin, meliantriol, salanin, nimbidan nimbidin. Beberapa produk telah dihasilkan, baik di luar negeri, maupun di dalam negeri, antara lain : sabun mandi antiseptic, yang mampu mengendalikan kudis, gatal-gatal hingga eksim, serta membuat kulit menjadi halus dan sehat. Lotion antiserangga dan sekaligus memberikan kelembaban, kesehatan pada kulit dengan aroma yang menarik. Hal ini karena disinergiskan dengan berbagai macam aroma dari tanaman (minyak atsiri). The daun mimba yang dapat meningkatkan vitalitas dan digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit.
Jerawat adalah penyumbatan disertai peradangan pada muara saluran kelenjar minyak kulit, sehingga sekresi minyak melalui kulit tersumbat, membesar, dan mongering, menjadi isi jerawat.
Cream jerwat yang dibuat pada percoban ini merupakan cream jenis emulai tipe W/O karena kadar lemak yaitu spermaceti, cera alba dan paraffin cair lebih banyak daripada aquadest. Keuntungan dari preparat emulsi adalah penampakanya yang menarik, serta konsistensinya yang kental sehngga mudah dalam pemakaanya. Bahan aktif yang digunakan pada cram jerawat ini adalah ekstrak daun mimba yang bekerja sebagai antiseptic dan mengeringkan jrawat. Na borat berfungsi untuk menambah daya volume sehingga konsumen tidak merasa creamnya terlalu sedikit. Minyak khas wangi sedap malam digunakan sebagai parfum.
Hasil analisis dari cream jerawat, yaitu cream berwarna putih, bau sedap malam, memiliki konsistensi yang lebih kental disbanding cream tabir surya dan mudah dipakai. Setelah dilakukan uji stabilitas secara visual, setelah satu minggu penyimpanan dalam suhu kamar, cream jerawat ini tetap stabil dengan tidak ditumbuhi jamur. Akan tetapi pada minggu ke dua dan ke tiga pengmatan bahan aktif mulai memisah dari basis ke dasar wadah, hal ini disebabkan kemungkinan karena kurangnya emulgator saat pembuatan emulsi.
Kendala dalam pembuatan cream jerawat dan tabir surya ini adalah pada saat pencampuran bahan basis dan bahan aktifnya berupa ekstrak. Pencampuran ini harus dilakukan [ada saat kondisi basis masih lelah dan panas sehingga dapat campur dengan baik dan pengadukan yang dilakukan untuk pencmapuran dilakukan sesegera mungkin, apabila pengadukan tidak dilakukan sesegera mungkin maka basis akan cepat menjadi padat dan susah bercampur dengan bahan aktifnya.

VIII. KESIMPULAN
1 Cream tabir surya dan cream jerawat bahan aktifnya dari ekstrak wortel dan daun mimba dapat dibuat sediaan kosmetik dengan hasil yang bagus.
2 Cream tabir surya yang dihasilkan berwarna coklat porselin mempunyai konsistensi kental, sedikit licin, beraroma bunga sedap malam dan mempunyai stabilitas yang bik, namun bahan aktif yang memisah dari basis pad minggu 2 dan 3.
3 Cream jerawat yang dihasilkan berwarna putih, mempunyai konsistensi lebih kntal dari cream tabir surya, beraroma bunga sedap malam dan mempunyai stabilitas fisik yang baik , pada minggu ke dua mulai tampak memisahnya bahan aktif dari basis.

IX. DAFTAR PUSTAKA
Amelio, F.S.D, 1999, Botanical : A Phytocosmetic Desk Reference, CRC Press : London.
Senzel, Alan J., 1997, Manual of Cosmetic Analysis, 2nd ed, Ass. Of Official Analytical.
Wasiatmaja, SM, 1997, Penuntun Ilmu Kosmetik Medik, UI Press, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk