Senin, 16 Agustus 2010

lipstik

laporan praktikum

LIPSTIK

A. DASAR TEORI
Lipstik adalah pewarna bibir yang dikemas dalam bentuk batang padat (roll up) yang dibentuk dari minyak, lilin, dan lemak. Lipstik merupakan make up bibir yang secara anatomis dan fisiologis agak berbeda dengan anggota badan yang lain. Misalnya, stratum korneum-nya sangat tipis dan dermisnya tidak mengandung kelenjar keringat maupun kelenjar minyak. Sehingga lebih mudah pecah-pecah terutama di udara dingin dan kering. Ludah merupak pembasah alami untuk bibir.
Selain lipstik terdapat juga kosmetik bibir dalam bentuk cair maupun krim. Namun preparat tersebut tidak tahan lama atau mudah terhapus bila digunakan. Selain itu para pengguna lipstik lebih suka dengan bentuk roll up karena lebih praktis, daripada mereka harus membawa botol kecil dalam tasnya.
Lipstik digunakan sebagai make-up harus memenuhi syarat :
1. Tidak boleh mengeluarkan air atau minyak (sweting)
2. Tidak boleh mudah pecah
3. Zat warnanya harus terbagi rata
4. Titik leburnya terletak antara 500C sampai 600C
Lipstik terdiri suatu bahan dasar dan zat warna. Pada umumnya basis ini adalah minyak-minyak lemak.

B. RESEP
R/ Cera alba 6 g
Parafin solid 2 g
Ol. Ricini 11,25 g
Ol. Arachid 3,75 g
Adeps lanae 0,25 g
Asam borat 0,75 g
Buah merah q.s
Parfum alam q.s


C. ALAT DAN BAHAN

Alat :
• Waterbath
• Mortir dan stamper
• Cetakan
• Cawan porselin
• Pengaduk
• Pipet
• Beker glass


Bahan :
• Cera alba
• Parafin solid
• Ol. Ricini
• Ol. Arachid
• Adeps lanae
• Asam borat
• Buah merah
• Parfum lavender


D. CARA KERJA
Oleum Ricini dipanaskan + Acid boric + Sari buah merah \
Cera alba, Parafin, adeps lanae
+ Oleum arachid dilebur diatas penangas air

Campur

+ Parfum

Masukkan ke dalam cetakan

Keluarkan setelah dingin






E. CARA ANALISIS
1. Catat warna, bau dan karakter fisik lain
2. Timbang lebih kurang 0,3 g lipstik masukkan dalam erlenmeyer dan dipanaskan dalam oven pada suhu 1050C selama 30 menit. Dinginkan dalam eksikator. Timbang kembali lipstik tersebut.

F. HASIL
a. Setelah Pembuatan (15 Sept 2008)
Warna : Oranye
Bau : Lavender dan khas minyak atsiri
Konsistensi : Keras
b. Setelah 1 minggu (22 Sept 2008)
Warna : Oranye
Bau : Lemak, lavender pudar
Konsistensi : Makin keras
c. Setelah 3 minggu (14 Okt 2008)
Warna : Oranye memudar
Bau : Lemak
Konsistensi : Makin keras
Tidak ada jamur.

G. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini bertujuan untuk membuat sediaan kosmetik dengan menggunakan campuran bahan alam sebagai pewarna dan parfum. Lipstik yang dibuat memiliki komposisi berupa cera alba, parafin solid, ol. Ricini, ol.Arachid, adeps lanae, acid boric, sari buah merah serta minyak lavender. Cera alba merupakan lilin yang berperan pada kekerasan lipstik. Parafin solid merupakan basis lemak yang dapat juga berfungsi melindungi kulit dari kekeringan dan membuat warna lebih lama menempel pada kulit. Oleum ricini merupakan munyak yang diambil dari biji jarak, pada suhu ruang berbentuk cair dan stabil pada suhu rendah, bisa melembabkan bila menempel pada bibir. Oleum arachid berfungsi basis minyak. Adeps lanae merupakan basis minyak yang berfungsi sebagai bahan pelicin dan membuat tekstur lipstik lebih lunak serta dapat melindungi kulit. Aci boric atau asam borat dihunakan sebagai pengawet lipstik. Sari buah merah sebagai pewarna alami yang larut minyak sehingga dapat bercampur dengan komposisi lain pada pembuatan lipstik ini. Minyak lavender dipilih sebagai parfum alam untuk memberikan kesan segar pada lipstik yang dihasilkan.
Dengan komposisi yang telah disebutkan diatas dihasilkan sebuah lipstik dengan karakteristik sebagai berikut :
• tekstur permukaan halus
• warna orange
• bau lavender dan akan menghilang berubah menjadi bau lemak setelah penyimpanan yang lama
• konsistensi keras dan makin keras seiring penyimpanan yang makin lama.
Lipstik yang dihasilkan agak kurang memenuhi syarat sehingga lipstik tersebut akan sulit digunakan untuk melembabkan bibir dan sulit memberikan warna yang merata pada bibir, walaupun bahan pewarna alaminya merata pada produk tetapi kurang baik saat dipakai pada bibir. Lipstik yang dihasilkan cukup keras dan makin keras setelah penyimpanan sehingga sulit dioleskan pada bibir.
Kendala yang dihadapi saat pembuatan lipstik ini adalah ketika proses penuangan yang baik sehingga tidak menghasilkan lubang ketika lipstik sudah jadi. Pengatasannya adalah ketika menuangkan seharusnya pelan-pelan dan suhu cetakan juga tidak jauh berbeda dengan lipstik yang masih cair. Kesulitan lain adalah kurang baiknya warna yang dihasilkan oleh sari buah merah ketika dioleskan pada bibir, sehingga perlu dicari bahan lain yang lebih baik.

H. KESIMPULAN
1. Produk lipstik yang dihasilkan berwarna orange, berbau lavender yang dapat hilang setelah penyimpanan, warna merata dan konsistensi keras dan bertambah keras seiring lamanya penyimpanan.
2. Dari komposisi lipstik tersebut dihasilkan lipstik yang kurang memenuhi syarat.


I. SARAN
1. Perlu dilakukan optimasi formula yang digunakan dalam pembuatan lipstik.
2. Perlu dicoba formula lain agar didapat lipstik yang lebih baik.

J. DAFTAR PUSTAKA
Tranggono, R.I., Latifah, F., 2007. Buku Pegangan Ilmu pengetahuan Kosmetik, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Wasitaatmaja, SM, 1997, Penuntun Ilmu Kosmetik medik, UI Press, Jakarta

2 komentar:

  1. dimana beli bahan" pembuatan lipstik?
    pleaseeee
    demi kelangsungan hidup akku

    BalasHapus
  2. minyak atsiri kan dari daun sirih kan
    gemana cara.e ekstrak daun sirih buat bisa dijadi.in bahan dasar pewarnaan lipstik

    BalasHapus

ayo tulis komentar donk