Senin, 16 Agustus 2010

Pengukuran Efek Klinik yang Singkat : dengan Metode Pengujian

Pada review di awal bab ini, kecenderungan menggunakan tumbuhan herbal untuk mendukung self-repair (pemulihan sendiri) individu lebih disukai semata-mata untuk mengatasi gangguan yang ditimbulkan akibat dorongan adanya pertanyaan pada penelitian yang berbeda.
Pandangan secara tradisional tentang obat herbal adalah menekankan pengaruh utama mereka pada fungsi tubuh secara cepat , misal diaphoretics, ekspektoran, stimulans sirkulasi darah, diuretik, stimulans saluran pencernaan, laksatif dan sebagainya. Hal ini, bertentangan dengan kepercayaan yang umum tentang efek dari obat herbal, yaitu dapat terjadi dengan cepat setelah perawatan. Persyaratannya adalah untuk menemukan suatu proses dan khasiat yang dapat mendukungnya.
Bekerjasama dengan kedua-duanya individu yang sehat, kelompok pasien, seharusnya mampu untuk memonitor perubahan fungsional setelah pemberian obat herbal, meskipun hal tersebut lebih cepat di area tertentu dibanding yang lain. Monitoring produksi urine atau produksi usus pada teorinya cukup sederhana tetapi tidak pada kenyataannya, fungsi paling internal adalah di luar ukuran yang sederhana. Pada sisi lain, kemajuan terbaru dalam monitor biokimia elektronik memberikan kemungkinan perubahan pada fungsi hati dan darah dalam beberapa marker sangat mungkin. Lebih dari itu, monitoring perubahan aliran darah ke berbagai organ yang dipengaruhi suhu atau kulit adalah suatu cara yang paling rapi dari klaim untuk obat herbal tradisional, yang mempengaruhi peredaran ke (baik panas atau dingin) berbagai jaringan, organ atau fungsi lain.
Hasil seperti itu bisa diselidiki secara studi kontrol double-blind. Meskipun menyertakan perubahan fisiologis, dibanding relief simptom, double-blind control pada beberapa kasus dapat diterjemahkan ke dalam sesuatu yang diakui, ini merupakan motivasi utama untuk sponsor industri dari penelitian klinis. Bagaimanapun, pertimbangan utama bagi praktisi dalam uji ini, perubahan fungsional adalah bahwa mereka boleh mendanai untuk suatu ilmu pengetahuan klinik herbal yang sesuai.
Kecenderungannya obat herbal aksi farmakologinya tidak spesifik dan efeknya kompleks pada makhluk hidup (sebagai contoh, ada kesan bahwa obat herbal lebih interaktif dengan pasien daripada obat konvensional, yaitu efek nyata obat herbal yang bervariasi dengan sifat alami gangguan yang diperlakukan), hal ini menjadi lebih baik apabila dibagi kelompok sesuai perubahan di dalam individu, menggunakan beberapa parameter yang relevan, bermanfaat dan tidak merugikan. Penekanan akan bergeser pada pencatatan secara stimultan pada beberapa parameter yang mengalami perubahan. Kejadian yang saling berhubungan akan saling mempengaruhi dibanding bertindak sebagai penyebab atau efek yang lain, kesemuanya dihubungkan satu sama lain dan dilihat hasilnya. Saling ketergantungan ini, hubungan yang induktif, yang menuju ke arah eksklusi dari percobaan konvensional sebagai variabel yang kacau. Penerimaan dari variabel ini sebagai data yang penting adalah suatu kunci dari pekerjaan seperti ini dan oleh karena itu harus mengubah jenis informasi yang dikumpulkan.
Sebagai ganti dalam usaha untuk menghilangkan semua variabel yang mungkin menyebabkan berbagai pertanyaan (Apakah obat A yang mampu menurunkan inflamasi pada organ tersebut atau ada faktor yang lain?, sebagai contoh), tujuan dari "metode Fungsional” seperti yang disebutkan, adalah idealnya menggambarkan semua faktor yang menentukan dari pengaruh zat pada obat tersebut terhadap penyakit (”Apakah, dalam kenyataannya, obat A harus diberikan pada individu tersebut?). Tugas dalam beberapa hal akan menyerupai pembuktian homoeopathic, dengan cara-cara lain ini bisa diambil keuntungan dari teknik terkomputerisasi modern dan diagnostik bertingkat-tingkat yang dikenal sebagai ”profil metabolit”.
Kesimpulan apapun yang diambil dari informasi yang kompleks harus bersifat kualitatif bukannya kuantitatif: hubungan penarikan kesimpulan lebih dipilih dibanding analisis penyebab. Proses yang menyerupai antropologi lebih dipilih dibanding penelitian medis yang konvensional. Hal ini tentu saja dapat meningkatkan pemeriksaan atau cerita kasus menyeluruh seperti diuraikan di bawah ini.
Efek yang singkat tidak selalu menggambarkan perubahan pada patologi, misalnya saja dapat dilihat pada akumulasi somatik yang bervariasi, atau kekacauan fungsional sebelumnya. Akan tetapi, pengenalan klinis kebanyakan adalah fungsional (misalnya radang akut, asma, migrain, kekacauan pada saluran pencernaan dan kekacauan pada psikosomatik). Bahkan pada kasus yang terburuk, mengetahui dampak fungsional dari obat herbal akan menjadi suatu panduan yang paling bermanfaat untuk penggunaan didalam praktek klinis.
Sehingga, ini bisa lebih valid, bila dikatakan bahwa obat herbal, dengan catatan pada jumlah individu yang tertentu, mengubah kondisi lendir atau urine atau diubah aktivitas sirkulasi ke satu atau jaringan lain atau pada badan secara keseluruhan, sebagai contoh, efektif melawan bronkitis, batu ginjal atau penyakit lain.
Belakangan ini berbagai pengukuran menjadi diskusi utama ke dalam peran dari penelitian secara keseluruhan pada penilaian efek dari obat herbal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk