Kamis, 14 Januari 2010

kapsul

DEFINISI
• Bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul, keras atau lunak.
• Cangkang terbuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan lain (FI)
• Sediaan padat, dimana suatu obat/formula obat dimasukkan ke dalam cangkang gelatin

SEJARAH PENEMUAN DAN PERKEMBANGAN

OBAT PAHIT/BAU Bahan Alam



KAPSUL/SALUT

PELEPASAN KHUSUS
Obat dr bahan alam kebanyakan mempunyai rasa pahit dan bau yg kurang menyenangkan maka utk mengatasi hal itu diambil cara pengkapsulan dan penyalutan.
Bahan alam  kondisinya berupa cairan -> soft capsulle -> lbh hemat & menarik. Misalnya kina yg pahit dan bau.
Kapsul salut  menambahkan material yg resisten thd asam lambung.
Pelepasan khusus  g’ terdegradasi dlm lambung
a. Tablet salut enterik -> gak larut di lambung -> lbh boros (proses 2x) -> pembuatan tablet -> penyalutan
b. Kapsul dg cangkang yg tahan thd asam lambung -> lbh hemat









• Tahun 1834 : F.A.B. Mothes dan DuBlanc menemukan Kapsul gelatin 1 bagian (dipatenkan 1834) bertahan 1830an- 1870an
1 bagian artinya cangkangnya hanya “body”’nya saja sedangkan capnya berupa gelatin pekat yg dioleskan stlh obat formula dimasukkan ke body.
• Tahun 1839 : Barot Mengembangkan penyalutan film I yaitu : pill disalut dengan gelatin
• Tahun 1846 : J.C.Lehuby paten kapsul 2 bagian spt. Sekarang
• Tahun 1874 : A. Taetz + Glicerin dalam Formulasi lunak dan mudah ditelan
• Tahun 1874 : F. Hubel merintis Industri pembuat kapsul I
• Tahun 1897 : Eli Lilly
• Tahun 1901 : Parke Davis
• Tahun 1960an-1970an : Berkembang diseluruh dunia
• Tahun 1960an : di Eropa berkembang kapsul gelatin lunak (softgell)


Alasan/Tujuan pengkapsulan:
- menutupi bau/rasa
- memberi perlindungan terhadap isi kapsul (kelembaban, cahaya, udara)
- Tujuan khusus (pelepasan khusus). Contohnya kapsul dg komponen yg berbeda-beda, biasanya pake warna yg menarik.

 Cangkang kapsul yg bagus adl yg transparan & didalamnya berwarna-warni. Kalo yg berwarna itu bahannya sama berarti granul tiap warna salutnya berbeda-beda.
 Sebenarnya dg penyalutan & pengkapsulan didapat manfaat al:
1. Dpt melindungi bhn obat/zat aktif dr enzim dan keasaman lambung jk zat aktifnya gak tahan enzim dan asam lambung.
2. Dapat dilakukan “Long acting” artinya durasi obat dpt diperpanjang misal suatu tablet.

KEUNTUNGAN
a. Di dalam kapsul terdapat ukuran yang tepat dari dosis lazim. Hal ini mengurangi kemungkinan hiangnya sejumlah zat aktif saat proses pembuatannya seperti di pentabletan.
b. Biasanya dan diasumsikan mempunyai bioavailabilitas yang lebih baik dibandingkan tablet.
c. Lebih mudah dan fleksibel dalam memformulasikan dibandingkan tablet
d. Pemakaian mudah dan mudah dibawa
e. Dapat dibuat produk dengan profil pelepasan khusus
f. Biaya produksi relatif lebih murah dibandingkan tablet


KERUGIAN
1. Biaya Produksi relatif lebih mahal dibandingkan tablet
2. Proses pengisian lebih lambat dibandingkan mesin tablet (mesin orientasi dimasukkan duLu baru ditutup cangkangnya)
3. Tidak dapat digunakan untuk bahan-bahan yang sangat mudah larut (higroskopis  cangkang stabil)
4. Tidak bisa untuk obat dengan dosis besar cz diperlukan cangkang besar yg gak acceptable dg pasien (manusia)
5. Tidak dapat untuk bahan-bahan yang mudah mencair dan mudah menguap
**Untuk no.3 & 5 pada prinsipnya gak dpt untuk bahan-bahan yg punya sifat dapat menyebabkan melembabnya gelatin pada cangkang gelatin yg lembab akan lengket & mudah hancur.

UKURAN DAN KAPASITAS KAPSUL
• Ukuran kapsul untuk manusia : 000 s/d 5, pi lazimnya 0 s/d 5  kapasitas ?
Selain itu ada ukuran 0e/0el (el = elongated/lebih panjang/lebih besar dari)
 Oel diameter sama dengan ) Cuma lebih panjang sedangkan 1el diameternya sama dengan 1 cuma lebih panjang.
• Untuk hewan kapsulnya berukuran no. 10,11 dan 12 dengan kapasitas 30,15 g dan 7,5 g

Berat serbuk yang dapat masuk/dimuati hanya perkiraan, tergantung pada:
1. Berat jenis/densitas massa serbuk (>>> bj >>> serbuk masuk)
2. Tipe peralatan yang digunakan pada pengisian, syaratnya al: sifat alir, tapping
3. Tekanan pada saat pengisian
4. Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel. *Kalo partikel >>>  banyak rongga
*Kalo partikel <<<  bz gak terisi dg baik. Distribusi normal akan lebih baik sebab ruang-ruang kosong lebih kecil. Kalau ukuran lebih besar semua berat yg didapat sedikit, sedangkan ukuran kecil lebih baik cuma dilihat dan fluiditasnya mempengaruhi keseragaman bobotnya. PEMBUATAN CANGKANG KAPSUL RAW MATERIAL/SHELL COMPOSITION  Raw material : eksipien & zat aktif  Raw material diakhir produk bisa saja gak ada, misal air. a. GELATIN • Diperoleh dari ekstraksi hidrolisis collagen hewan (tulang, Kulit, urat). Sumber utama Tulang hewan dan kulit babi. • Sifat kimia dan fisika tergantung pada : asal kolagen, metode ekstraksi, nilai pH, degradasi termal dan kandungan elektrolit. Dikenal 2 macam tipe gelatin : a. Gelatin Tipe A (titik isoelektriknya pH 7,0-9,0) Diperoleh dengan hidrolisis asam (kulit babi) =>lentur dan bening
b. Gelatin Tipe B (titik isoelektriknya pH 4,8-5,0)
Diperoleh dengan hidrolisis basa (tulang hewan) => tipis, keras, keruh dan rapuh
^^Campuran Tipe A dan B bisa mengurangi kerapuhan, menambah kelenturan dan mengurangi kekeruhan.


• Viskositas larutan gelatin merupakan faktor yang vital untuk mengontrol ketebalan lapisan film. Viskositas diukur dengan standar 6,2/3 % memberikan viskositas 30-60 mP(miliPoise)
*Kalo makin tebel mlah gak bagus yg bagus agak tipis & lentur.
b. PEWARNA(COLORANTS)
Diperlukan untuk identifikasi produk dan daya tarik. Cara pewarnaannya dengan menambahkan pada larutan gelatin pada saat proses pembuatan kapsul berlangsung.

Ada 2 tipe :
a. Zat warna pigment
Zat warna yang tidak larut, memberikan warna dengan merefleksikan cahaya dari permukaannya. Bentuk dan ukuran partikel merupakan parameter yang penting karena refleksi cahaya berasal dari permukaan partikel.
contoh: Iron oxide (black, red, yellow).
b. Zat warna larut dalam air
contoh: Tartrazine, indigo Carmine dll. Ini tuh termasuk zat warna sintetik.

c. OPAGUING AGENTS
Untuk memproteksi cahaya atau melindungi isi kapsul, biasanya digunakan Titanium dioksida.

d. PRESERVATIVES
Adalah untuk pengawet. Biasanya digunakan Paraben

e. AIR
Sebagai pelarut, dengan kadar gelatin 30-40% b/b


PEMBUATAN CANGKANG/SHELL MANUFACTURE
1. Pencelupan/Dipping
Pasangan paku/“pins” stainless steel dicelupkan ke dalam larutan untuk menghasilkan “Cap” dan “Body”. Paku-paku sebelumnya di beri lubrikan dan didinginkan pada suhu 220C, sedangkan suhu larutan gelatin 500C. Lama pencelupan 12 detik (tergantung panjang Kapsul). *Makin lama makin tebel, makin cepet, makin tipis.

2. Pemutaran/Rotation
Setelah dicelupkan, paku-paku di tarik dari larutan dan diputar-putar beberapa kali. Tujuan pemutaran adalah menghomogenkan dan mencegah bintik-bintik. Kemudian dikeringkan dengan udara dingin & kering..

3. Pengeringan /Drying
Paku-paku yang telah tersalut dilewatkan oven-oven pengering (dengan pengkondisian udara dan suhu pengeringan)  kondisi panas & RH diturunkan, kalo lembut cangkang mlenyet.

4. Pelepasan/Stripping
Dengan menggunakan penjepit dari perunggu/tembaga untuk menarik badan dan penutup kapsul dari paku-paku cetakan.

5. Pemotongan/Trimming
Bertujuan untuk menghasilkan kapsul yang sama panjang dan rata

6. Penggabungan/Joining
Penggabungan antara body dan kapsul.

7. PENYORTIRAN/SORTING
• Moisture content (kandungan air) dari kapsul yang keluar dari mesin dipersyaratkan 15-18 % b/b pemeriksaan dilakukan sebelum sorting
• Kapsul yang akan disorting dilewatkan lampu, dan dilakukan pengamatan secara visual (pemotongan yang tidak rata, kapsul peot, berlubang, sobek, badan panjang, kotor baik di dalam maupun di luar, ada gelembung, noda).

8. PRINTING
Dilakukan sebelum pengisian dengan mesin. Pencetakan dapat dilakukan baik secara axial maupun radial.




Pertimbangan umum dalam mendesain formula granul/serbuk utk kapsul dan pemilihan eksipient

• Tujuan akhir mendapatkan sediaan kapsul yg: aman, manjur, accaptable dan stabil
• Pertimbangan dalam formulasi sed. Kapsul :
1. Fluiditas
Terkait dg sifat alir yg akan mempengaruhi keseragaman bobot dg catatan keseragaman zat aktif pada serbuk terpenuhi
2. Kompaktibilitas  lebih pada alat
Terkait dengan dosing method pada Intermitten Compression Filling dan Continous Compression Filling tetapi gak buad Vacuum Filling.
3. Lubrikasi
Terkait dg peningkatan sifat alir, pengeluaran serbuk dan hoppernya
4. Pelepasan obat/disolusi
Proses disolusi sed.kapsul

Kapsul cangkang mengembang

cangkang pecah
Serbuk/granul/tablet


Disolusi Partikel halus Granul


Absorbsi


BAGAIMANA PENGARUH?????
1. Zat aktif
2. Filler
3. Lubricants
4. Glidants
5. Disintegrants
6. Surfactants
7. Hidrofilisasi

ZAT AKTIF
 mudah larut
 tidak mudah larut?
Untuk zat aktif yg gak mudah larut ini diatasi dg mengecilan ukuran partikel shg fluiditasnya turun dan disolusi/kelarutannya naik. Hal ini dapat dilakukan dg memililh filler yg fluiditasnya baik.


FILLER/DILUENTS, bahan pengisi
Fungsi: meningkatkan bulk, fluiditas dan kompaktibilitas
Filler dibagi :
a.Hidrofilik :
- Larut  belum tentu bhn obat qt cepet larut mlah menganggu bahan obat
- gak Larut
b.Hidrofobik  kelarutan air kecil => gak mudah larut cz gak mudah ditambah air
Cont: laktosa, amilum, avicel(anti air), turunannya, manitol, sorbitol, Ca fosfat
Pertimbangan pemilihan filler :
1. Stabilitas fisika-kimia
2. Pengaruh filler terhadap disolusi
3. Fluiditas
4. kompaktibilitas

Contoh pengaruh filler terhadap kelarutan zat aktif:
 pengaruh laktosa pada kloramfenikol
Sampai kadar 50% => pengaruhnya kecil
Kadar ≥ 80% => kloramfenikol gak larut
 pengaruh amilum jagung pada phenobarbital
Sampai kada 50% maka :
a. akan menurunkan dissolusi Na phenobarbital
b. menaikkan dissolusi bentuk asam bebas
K edua hal di atas juga tergantung dari MC (Minimum Concentration) amilum. T50 artina adl waktu yg diperlukan utk 50% zat terlarut (50:50 PHENOBARBITAL : AMILUM JAGUNG) turun dari 28 menit menjadi 9 menit bila MC meningkat dari 1,2% menjadi 9,9% b/b (t50 phenobarbital sendiri = 25 menit). Apabila MC meningkat menjadi 13,5% maka t50 menjadi 2 kalinya bila dibandingkan dengan obat sendiri (4,9 menit Vs 2,5 menit).


LUBRICANTS, sbg pelicin, umumnya hidrofob
Dibutuhkan untuk memudahkan pengeluaran flugs, mengurangi lapisan film pada piston & pelekatan serbuk pada permukaan logam serta mengurangi friksi antara sliding surface bila kontak ddg serbuk. Terus pengaruh glidants & lubricants pada dissolusi adl harus diperhatikan sifat dari glidants dan lubricants. Kalo sifatnya hidrofob maka harus diperhatikan lama pencampuran jumlahnya. Jangan nyampe menghambat kelarutan zat aktif.
Fungsi :
 melapisi permukaan suatu partikel
 sbg bantalan
 memberikan muatan ttt
 bz mengabsorbsi uap air
 mencegah agar gak lengket


GLIDANTS, umumnya sbg pelicin
Bertujuan utk meningkatkan fluiditas campuran serbuk. Dibeerikan dlm bentuk partikel halus yg kemudian akan melapisi partikel-partikel. Peningkatan fluiditas dg satu/llebih mekanisme yg mungkin :
 memperhalus permukaan partikel yg gak beraturan/gak rata
 mengurangi attractive force dg pemisahan scr fisik dr host particles
 memodifikasi muatan elektrostatis
 berfungsi sbg penyerap kelembaban. Kelembaban akan meningkatkan kohesi & fenomena elektrostatistika.
 Berfungsi sbg bantalan diantara host particles
Contoh: corn starch, tale, Mg stearat, colloidal silicas, talk, aerosil, Na stearat, amilum stearat. Dengan % penambahan < 1%


DISINTEGRANTS, bahan penghancur
Fungsinya untuk membantu kapiler air utk pembasahan serbuk shg mudah larut  disolusi cepet.
Cont: AcDiSol, Primojel, amilum (plg klasik)
Serbuk  granul  ditambah penghancur granul hancur dlm tubuh  disolusinya cepet


SURFACTANT (Surface Active Agents)
Adl reagen yg berada dipermukaan batas 2 zat yg gak bercampur, memiliki 2 gugus yaitu lipofil & hidrofil.
Berfungsi utk meningkatkan pembasahan dr massa serbuk & meningkatkan kelarutan.
Cont: Na Lauril Sulfat, Na Docusate


HIDROFILISASI
Proses peningkatan pembasahan & kelarutan suatu obat yg mempunyai kelarutan rendah dg penambahan polimer yg hidrofilik.
Cont: Metil Selulosa, Hidroksi Etil Selulosa



Jogja, 28 Sept 2009

PENGISIAN KAPSUL KERAS

Kapsul biasanya diisi dengan serbuk yang dapat mengandung 1/lebih zat aktif. Selain itu dapat juga diisi dengan berbagai bentuk yang lain (granul, pellet, tablet, capsul, dan paste) atau dapat juga diisi dengan tablet enteric coated, sugar coated, compression coated, dan sustained release enteric coated pellet. Pengisian bisa berupa campuran antara pellet dan tablet atau lainnya. Biasanya digunakan utk 2 bahan yg gak bisa dicampur secara fisik.

Nie gambarnye,,,


Pada prinsipnya peralatan pengisian mempunyai tahapan proses pengisian kapsul keras
1. Sortasi
2. Rectification, yaitu tahap orientasi kapsul, penyusunan cangkang satu per satu. Body dibawah dan caps di atas.
3. Separation of caps from body pemisahan antara caps dan body.
4. Dosing of fill material, yaitu pengisian formula serbuk ke dlm body.
5. Replacement of caps and ejection of filled capsules

Gambarnya proses pengisisan kapsul keras :



Problem-problem pokok yang terjadi selama proses pengisian kapsul keras
a. Kerusakan kapsul akibat sistem penempatan kapsul (saat ratification)
b. Tidak terjadinya pemisahan antara cap dan body
c. Transfer dari dosage form tidak baik, misal cz fluiditas serbuk kurang baik/gak seragam. Nantinya akan berpengaruh pada bobot & dosis
d. Serbuk/dosage form rusak sebelum pengisian, misal karena tablet geripis, serbuk mengalami dehomogenasi karena getaran shg keseragaman kadar gak tercapai.
e. Cap atau body atau keduanya rusak ketika disatukan
f. Kapsul yang telah diisi rusak ketika dikeluarkan dari mesin, misal lengketnya kapsul satu dg yg laen.
g. Kapsul kosong mungkin terus dikeluarkan dari mesin selama proses pengisian. Hal ini berkaitan dg problem yg nomer 2 diatas..
Semua mesin pengisian otomatis sudah dilengkapi dg alat atau perlengkapan utk mengeliminasi semua problem selama proses pengisian. Jika peralatan baru akan dievaluasi, pemeriksaan thdp problem-problem di atas harus dimasukkan dlm program pengujian.


PERALATAN PENGISIAN KAPSUL KERAS

1. Hand Operated Equipment
Contoh : Feton, ChemiPharm, dan Tevopharm

2. Semi Automatic Machines

Contoh :
Model Capsul sizes filled Output (max.) capsules/hour
Pedini 21B 000-5 2000
LAF Multifill 000-4 5000
Colton 8 000-5 20.000

3. Automatic Machines
Ada 3 macam : tapping (“punch”, fibrasi); dosator (seperti pipet); continous





PENGISIAN KAPSUL KERAS DENGAN SERBUK

1. The Plate Method (fig. 9.3, 9.4, and 9.5)
Mekanismenya :
a. Pemampatan dengan “punch”

b. Pemampatan dg auger food

c. Pemampatan dg fibrasi

2. Intermittent Compression Filling (fig. 9.6)

3. Continuous Compression Filling (fig. 9.8)

4. Vacum Filling

5. Filling capsules by the Drugpack system














PENGISIAN KAPSUL KERAS DENGAN PELLET

• Secara Langsung atau dengan Hopper

• Piston Method

• Double Slide Method

• Piston and Slide Method

• Continuous Method




PENGISIAN KAPSUL KERAS DENGAN TABLET
• Slide Dosage, Method 1

• Slide Dosage, Method 2

• Slide Chamber method

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk