Rabu, 13 Januari 2010

Marine Fungi

I. PENDAHULUAN
Jamur laut atau marine laut merupakan mikroorganisme laut yang memiliki potensi penting dalam bidang Farmasi dengan adanya metabolit aktif. Hewan ini di lingkungan berperan sebagai decomposer.

 Marine jamur terdiri dari 2 :
1. Obligat jamur
Jamur tumbuh dan menghasilkan spora di lingkungan laut
2. Fakultatif jamur
Jamur laut yang berasal dari darat atau air tawar, tetapi bisa juga tumbuh di lingkungan laut.
Kebanyakan marine laut terdiri dari Ascomycotina, Basidiomycotina, dan Deuteromycotina. Mayoritas dari mereka adalah ascomycetes.
 Yang termasuk dalam Ascomycotina antara lain:
- Arenariomyces majusculus
- Halosarpheia marina
- Massarina velatospora
- Acremonium chrysogenum
Jamur ini mempunyai miselium yang bersekat-sekat. Pembiakan secara vegetatif dilakukan dengan konidia, sedang pembiakkan secara generatif dilakukan dengan spora-spora yang dibentuk Didalam askus. Beberapa askus terdapat di dalam suatu tubuh buah pada umumnya askus.
 Yang termasuk dalam Basidiomycotina antara lain:
- Halocyphina villosa
- Calathella mangrovei
Perkembangannya bisa secara sexual maupun asexual
 Yang termasuk dalam Deuteromycotina antara lain:
- Clavatospora bulbosa
- Trichocladium alopallonellum
- Camarosporium sp

II. SAMPEL
Sampel yang diambil untuk di bahas yaitu Cephalosporium acremonium, yang sekarang berubah nama menjadi Acremonium chrysogenum.
Cephalosporium acremonium merupakan jamur yang masuk dalam Ascomycotina. Senyawa aktif yang terkandung didalamnya yaitu Cephalosporin C, yang saat ini dikenal sebagai obat antibiotic.


Cephalosporium acremonium

Cephalosporins adalah kelas yang paling sering diresepkan antibiotik. Secara struktural dan farmakologis berkaitan dengan penisilin. Seperti penisilin, cephalosporins memiliki cincin beta-lactam struktur yang mengganggu sintesis dinding sel bakteri begitu juga bakterisida (yang berarti bahwa membunuh bakteri).

• Mode of Action
Cephalosporins adalah Antibiotika ynag memiliki aktivitas menyerupai penisilin, tetapi resisten terhadap beta lactamase serta aktif terhadap gram positif maupun gram negatif. Semua sel-sel bakteri memiliki dinding sel yang melindungi mereka. Cephalosporin mengganggu sintesis dari lapisan peptidoglikan dinding sel bakteri, yang menyebabkan dinding memecah dan akhirnya bakteri mati.
• Side Effects

Beberapa Cephalosprin umumnya menyebabkan efek samping. Efek samping yang
umum terutama melibatkan sistem pencernaan: kram perut ringan atau marah, mual, muntah, dan diare. Cephalosporins kadang-kadang dapat menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebih. Pertumbuhan yang berlebihan ini dapat menyebabkan efek samping ringan seperti lidah sakit, luka di dalam mulut, atau vaginal ragi infeksi.
Lebih serius namun jarang terjadi pada cephalosporins meliputi: nyeri dada, demam, sakit atau sulit buang air kecil; reaksi alergi; serius kolitis. Kolitis serius merupakan efek samping yang jarang termasuk diare berair berat (kadang-kadang mengandung darah atau lendir), parah kram perut, demam, dan kelemahan atau pingsan.
Karena cephalosporins secara struktural mirip dengan penisilin, beberapa pasien alergi terhadap penisilin dapat menjadi alergi terhadap antibiotik cephalosporin.


• Indikasi

Cephalosporin yang diindikasikan untuk pengobatan infeksi bakteri yang disebabkan
oleh organisme yang rentan. Cephalosporins generasi pertama sebagian besar adalah aktif terhadap bakteri gram positif, dan generasi berturut-turut telah meningkatkan aktivitas terhadap bakteri gram negatif (sering dengan aktivitas dikurangi terhadap organisme gram positif).
Cephalosporins digunakan untuk mengobati berbagai infeksi bakteri, seperti infeksi saluran pernafasan (pneumonia, radang tenggorokan, tonsilitis, bronkitis), infeksi kulit dan infeksi saluran kemih. Mereka kadang-kadang diberikan dengan antibiotik lainnya. Cephalosporins juga sering digunakan untuk profilaksis bedah - pencegahan infeksi bakteri sebelum, selama, dan sesudah pembedahan.

III. LAIN-LAIN
Jamur dan senyawa aktif yang lain yaitu:
1. Hypoxylon aceanicum
 Suatu marine fungi obligat yang menghasilkan metabolit aktif antifur gel dengan kode 15G256c.
 Mekanisme aksi:
Menghambat sintesis dinding sel fungi
 Merupakan kelas senyawalipodepsipeptida ( suatu struktur peptide yang memiliki sisi asam lemak ).

2. Halovir A-C
 Suatu antivirus dari fungi Scytalidium sp.yang berupa peptide linear yang memiliki karakteristik N-terminal yang terasetilasi dan C-terminal tereduksi dan memiliki turunan asam amino isobutirat.
 Memiliki sktivitas mengikat langsung sisi ikatan dari virus sehingga mencegah inkorporasi ke sel inang, berpotensi menjadi antivirus topical.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim, http://www.scribd.com/doc/13095489/Anti-Mikroba-Golongan-Penicillin-Cephalosporin-Dan-Vancomycin, diakses pada tanggal 20 November 2009 pukul 15.00
Anonim, http://www.springerlink.com/content/bnr5rbeaft77gp0p/, diakses tanggal 22 November 2009 pukul 13.00
Tim S. Bugni and Chris M. Ireland, 2002, Marine-derivate Fungi: a caa chemically and biologically diverse group of microorganisms, Department of Medicinal Chemistry, University of Utah, Salt Lake City, UT 84112, USA.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk