Kamis, 14 Januari 2010

tablet salut tipis

 Definisi: suatu bentuk pelapisan tipis dan merata pada suatu sediaan padat (tablet/granul) dengan bahan pelapis
 Umumnya dibagi dalam :
- enteric coating
- non enteric coating
 Telah digunakan pada saat proses sealing
 Merupakan kombinasi kegiatan science dan art
 Keuntungan film coating dibanding sugar coating:
1. Lebih ekonomis, efisien , cepat dan praktis
2. Lebih mudah otomatisasi
3. Penambahan berat sedikit (2% - 5%)
4. Tanda pada tablet dapat dipertahankan
5. Tidak diperlukan seal coat
6. Lebih tahan terhadap benturan
7. Tidak berpengaruh terhadap waktu hancur
8. Lebih baik penampilannya (lebih elegant)
9. Memungkinkan penggunaan non aquous coating solutions
 BAHAN UNTUK PENYALUTAN:
 Polimer pembentuk lapisan tipis ( film forming resins)
 Pelarut (solven) yang digunakan
 Plastisaiser untuk memodifikasi sifat polimer
 Zat warna, terutama untuk tujuan estetika
 FILM FORMING RESINS
 Harus dapat membentuk lapisan tipis yang rata (koheren) pada permukaan sediaan
 Larut dalam solven / campuran solven yang dikehendaki
 Larut dalam cairan gastro – intestinal
 Dapat menjaga stabilitas obat
 Meningkatkan estetika sediaan yang dilapis
 Bersifat inert, non toxic, tidak lekat
 Crack resistance

 MACAM POLIMER :
1. POLIMER GASTRO SOLUBEL, misal : hidroksipropil metil selulose (HPMC).
• Merupakan polimer yang larut dalam air, cairan lambung dan solven organik
• Dalam fungsinya sebagai penyalut,menunjukkan sifat mekanik yang cukup baik
• Mengandung 28-30% gugusan metil dan 7-12% gugusan hidroksi propil
• Dalam perdagangan dikenal dengan :methosel E5, E15 , pharmacoat 603, 606, 615
• Hasil penyalutan stabil terhadap panas, sinar, udara dan kelembaban
• Mudah dicampur dengan bahan pewarna atau bahan tambahan lain
• Penggunaan umumnya dengan konsentrasi sebesar 2 - 4% (50 cps)
• Untuk yang bertipe viskositas rendah, (3 - 15 cps) penggunaan berkisar 5 - 10 %
2. METHYL HYDROXYETHYLCELLULOSE
 Merupakan hasil reaksi methyl chloride dan ethylen oksida dengan selulosa alkali
 Hasil penyalutan sama dengan hpmc
 Larut dalam beberapa solven organik
3. ETHYL CELLULOSE
Merupakan hasil reaksi ethyl chloride dengan selulosa alkali
Biasanya dikombinasi dengan hpmc
Larut dalam beberapa solven organik
Nontoxic, tasteless, odorless dan stabil pada kondisi lingkungan
4. HYDROXYPROPYL CELLULOSE
 Larut dalam cairan gastrointestinal
 Problem yang dijumpai masalah kelengketan, terutama disaat pengeringan
 Lebih mudah larut dalam solven organik, dibanding derivat selulose larut air yang lain
 Hasil penyalutan dapat menghalangi gas dan kelembaban
5. POVIDON
 Larut dalam cairan gastrointestinal, dan solven organik
 Problem yang dijumpai masalah kelengketan, terutama disaat pengeringan. Pengatasan dengan menambah talk, atau plastisizer
 Mudah larut dalam solven organik, dan cairan gastro intestinal
 Non toksik, tidak berwarna, dan tidak berasa

6. CMC Na
 Hasil reaksi selulosa basa dengan na monochlor asetat
 Sebagai nonenteric water soluble polymer
 Problem yang dijumpai masalah penggunaan air sebagai solven-nya
 Tidak larut dalam solven organik
7. PEG
 Larut dalam cairan gastrointestinal, dan air
 Biasa dikombinasi dengan bahan lain (cap) untuk mendapatkan masa film yang baik
 Bm bervariasi dari yang rendah sampai tinggi
 Titik lebur rendah (40o c- 65oc), hati-hati pada proses dengan pemanasan
 Contoh lain: EUDRAGIT E
 Merupakan kopolimer metakrilat
 Resisten terhadap air liur
 Biasanya digunakan pada konsentrasi 3 – 6%
 Dalam pelarut organik tidak memerlukan plastisaiser, tetapi digunakan penambahan 3,5% talk dan 1% magnesium stearat

 MATERIAL ENTERIK
Fungsinya:
1. Untuk mencegah degradasi karena asam lambung (misal erythromycin)
2. Mencegah iritasi lambung akibat obat (misal na salisilat)
3. Untuk penggunaan lokal di intestinal (misal intestinal antiseptik)
4. Untuk penggunaan pelepasan obat yang terprogram
5. Untuk mendapatkan absorbsi maksimal di usus

MATERIAL ENTERIK YANG BAIK
SYARAT :
1. Impermeabel pada cairan gastrik
2. Larut dalam cairan usus (intestinal)
3. Non reaktif
4. Stabil pada penyimpanan
5. Menghasilkan lapisan tipis yang rata
6. Non toksik
7. Harga terjangkau

UJI ENTERIK TABLET MENURUT USP
1. Gojok pada cairan gastrik selama 60 menit pada temperatur 37oc
2. Harus hancur selama 2 jam + waktu hancur tablet inti yang dipersyaratkan dalam cairan intestinal artifisial pada 37oc-

MACAM BAHAN ENTERIK :
1. Shellac bebas arsen
 Tidak larut dalam ph asam
2. CAP (Cellulose Acetat Phtalat)
 Suatu polimer yang banyak digunakan sebagai enteric coating material
 Tidak larut dalam air , dan cairan lambung

POLIMER GASTRO RESISTEN
Misalnya: - Celulosa Asetat Phtalat (CAP)
- Hidroksipropil Metilselulosa Phtalat (HPMCP)
- Eudragit L dan S
POLIMER YANG TIDAK LARUT DALAM CAIRAN INTESTINAL
Misalnya: - Etil selulosa
- Eudragit RL dan RS

SOLVEN
 Fungsi utama solven adalah melarutkan polimer dan mendipersikan secara merata pada permukaan tablet
 Umumnya digunakan pada kondisi yang tidak jenuh
 Semakin tinggi konsentrasi cairan semakin kental, dispersi semakin sukar
 Kecepatan pengeringan solven perlu diperhatikan
 Contoh : air, etanol,metanol, khloroform,aceton

PLATISIZER
Fungsi utama melenturkan (fleksibilitas) polimer yang dilapiskan pada permukaan tablet
Bisa bentuk internal (pada saat pembentukan molekul polimer) atau eksternal
Pemilihan plastisizer eksternal didasarkan pada: afinitas solven, viskositas plastisizer, permeabilitas, toksisitas, rasa dan stabilitas
Contoh : gliserin, propilenglikol, castor oil

BAHAN TAMBAHAN LAIN
 Zat pewarna ditambahkan untuk mendapatkan warna yang diinginkan, agar lebih elegan dan sebagai ciri produk
 Bisa pewarna sintesis atau alami, misal khlorofil, antosian, carotenoid, dll
 Bila dikehendaki lapisan film tidak transparan, bisa ditambahkan opaquant-extenders, seperti : titan dioksida, magnesium karbonat, aluminium silikat






1. NON ENTERIC SOLUTION
R/ HIDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE 30
PROPYLEN GLYCOL 1
ETHYL ALCOHOL 400 ml
METHYLENE CHLORIDE 1000 ml

2. ENTERIC SOLUTION
R/ CAP 50
POLYLETHYLEN GLYCOL 6000 150
SORBITAN MONO OLEAT 3
DYE YELLOW 0,5
TITANIUM DIOXYDE 5
VANILIN 1
CASTOR OIL 2,5
ETHYL ALCOHOL 120 ml
ACETON 1000 ml

3. ENTERIC SOLUTION
R/ CAP 120
PROPYLEN GLYCOL 30
SORBITAN MONO OLEAT 10
ETHYL ALCOHOL 450 ml
ACETON ad 1000 ml




OPADRY
 Suatu coating material yang terdiri dari
- pigment
- plasticiser
- polymer
 Aplication :
- standard film coatings
- moisture barrier coatings (opadry amb)
- enteric coatings
- taste and odour masking coatings

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk