Rabu, 13 Januari 2010

Senyawa Kahalalide F dari Elysia rufescens

Elysia rufescens
Klasifikasi
Kingdom :Animalia
Phylum :Mollusca
Class :Gastropoda
Family :Placobranchidae
Genus :Elysia
Spesies:Elysia rufescens

Elysia rufescens berwarna oranye-berumbai, biru-hijau, bertubuh lunak moluska laut alam keluarga sacoglossan (Elysiidae), dipelajari secara ekstensif karena fakta bahwa telah ditunjukkan untuk meneliti sentawa bioaktif depsipeptide kahalalide F.
Bentuk yang menetap Elysia rufescens umumnya ditemukan dari ganggang hijau Bryopsis. Tumbuh di lokasi karang pada kedalaman <1 m (<3 ft). Hewan dewasa aktif beristirahat di tempat terbuka pada malam hari.

Morfologi
Panjang : 11 mm, parapodial tinggi 3mm
Bentuk : parapodia rendah tapi tegak, dengan dua atau tiga undulations; rhinophores panjang dan ramping, diarahkan anterior; perikardial ketenaran kantung putih pada ujung anterior parapodia.
Warna : dilapiskan dengan noda merah tua dengan bercak hijau kental yang menanamkan Reticulated.
Penampilan hewan : parapodia margined dengan jeruk; rhinophores merah gelap berujung dengan ungu.
Senyawa yang dihasilkan
Senyawa kahalide F
 Susunan molekul C75H124N14O16.
 Suatu dispeptida dari 14 residu yang 5 diantaranya membentuk 19 cincin.
 Salah satu famili dari asam dehydroaminobutyric
 Diisolasi dari Elysia rufecens dan alga makanannya yaitu alga hijau Bryopsis sp.


Kahalalide F
Aktivitas kahalalide F
 KF menginduksi sitotoksin dan memblok siklus sel pada fase G1.
 Kahalalide F mampu merusak membran lisosom dari sel tumor target yang kemudian akan menginisiasi apoptosis.
 Selain itu Kahalalide F juga mampu menghambat ekspresi beberapa gen spesifik yang digunakan untuk replikasi DNA dan proliferasi sel sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan penyebaran tumor.
 Aktivitasnya secara selektif untuk tumor padat pada sel kanker paru-paru (A-549) dan usus (HT29) dan LOVO).
 Uji pra klinik fase I yang dilakukan oleh PhamaMar di Madrid telah berhasil menunjukkan bahwa senyawa ini dapat menghambat kanker prostat.
 Pada uji pra klinik fase II untuk liver carcinoma KF menunjukan aktivitas yang unik dalam aksinya ketika dibandingkan antara pengembangan secara klinik dan secara komersial.

Manfaat Kahalalide F
 Sebagai obat antitumor
Dengan laser dan mikroskop elektron menunjukkan bahwa sel-sel tumor yang diberi kahalalide F mengalami perubahan besar diantaranya yaitu memperluas / memperbesar vakuola, dilasi dan vesikulasi RE (retikulum endoplasma), merusak mitokondria dan memecah membran plasma sel tumor. Sebaliknya, inti sel membentuk gumpalan kromatin yang tidak beraturan , massa sel yang terkondensasi saat kromatin menghilang dari bagian inti sel , namun selubung inti tidak hilang dan DNA yang terdegradasi tidak terdeteksi. Data ini mengindikasikan bahwa Kahalalide F dapat menginduksi kematian sel –sel tumor. Dapat digunakan untuk mengobati tumor kolon, tumor payudara dan tumor paru-paru (Anonim, 2009).
 Sebagai antikanker
Hal ini telah diteliti pada sel kanker prostat yang menunjukkan aktivitas antiproliferasi (menghentikan pembelahan sel) (Anonim, 2009).
 Sebagai antibakteri, antivirus dan antifungi
Dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan bakteri, virus dan fungi dengan berperan sebagai inhibitor transkripsi dan translasi DNA pada sel yang telah terinfeksi, sehingga DNA tidak dapat berduplikasi, membentuk RNA dan membentuk protein (Anonim, 2009).

ISOLASI KAHALALIDE F
Berdasarkan penelitian Horgen et al (2000)
 Siput kering yang telah diawetkan dengan freezer diekstraksi dengan MeOH (750 mL, lalu 5 × 500 mL) dan MeOH−CH2Cl2 (1:1, 7 × 500 mL).
 Ekstrak dikumpulkan (kira –kira 43,7 gram) dan dipartisi (diantara CH2Cl2 dan air), kemudian lapisan airnya dipartisi dengan 1-BuOH.
 Dua fase organik dicampurkan, dipekatkan, dan dipartisi diantara heksan dan MeOH−H2O (9:1).
 Hasil dari fase air di ambil sampai 60 % terlebih dahulu untuk di repartisi dengan CH2Cl2, menghasilkan 6,3 gram fase residu dari CH2Cl2, yang dijadikan sampel untuk analisis VLC over ODS menggunakan campuran MeOH−H2O.
 Fraksi yang didapatkan kemudian di elusi dengan MeOH−H2O (70:30, 353 mg) yang telah di fraksinasi dengan sequential reversed-phase HPLC (COSMOSIL 5C18-AR), menggunakan MeOH−H2O−TFA (80:20:0.05) di ikuti MeCN−H2O−TFA (43:57:0.05) untuk menghasilkan kahalalide (1, 5.5 mg).

Beberapa produk yang menawarkan kandungan khahalalide F adalah
1. Gardasil
2. C0013 Kahalalide
3. PharmaMar


SPIRULINA
Klasifikasi Spirulina menurut Bold & Wyne (1978) dalam Pamungkas (2005) adalah sebagai berikut :
Kingdom : Protista
Divisi : Cyanophyta
Kelas : Cyanophyceae
Ordo : Nostocales
Famili : Oscilatoriaceae
Genus : Spirulina
Spesies : Spirulina sp.
Ciri-ciri:
 Ditemukan pada air payau yang bersifat alkalis.
 Pada lingkungan optimum, Spirulina tumbuh secara optimal pada suhu 30-35°C.
 Dinding selnya terbuat dari senyawa mukoprotein
 Mikroorganisme autrotrof berwarna hijau-kebiruan dengan sel berkolom membentuk filamen terpilin menyerupai spiral (helix), sehingga disebut alga biru-hijau berfilamen (cyanobacterium).
 Menyerupai benang merupakan rangkaian sel yang berbentuk silindris dengan dinding sel yang tipis, berdiameter 1-12 mikrometer.
 Filamen Spirulina sp hidup berdiri sendiri dan dapat bergerak bebas.
 Spirulina dari species platensis dan strain Pacifica merupakan spirulina yang aman untuk dikonsumsi dan memiliki nilai gizi yang tinggi karena mengandung protein, kalsium, zat besi , klorofil, Gamma Linoleic Acid, betakaroten, vitamin B12.
 Setelah proses ekstraksi protein dari Spirulina, bagian yang tersisa dapat diproses lebih lanjut untuk menghasilkan berbagai senyawa kimia : Phycocyianin, berbagai enzim, klorofil, karoten, dan xantofil.
Manfaat Spirulina
 Spirulina dapat mengatasi sel kanker karena mampu menghasilkan faktor alfa, menurut Ali Khomsan Alfa merupakan zat kimia yang paling baik menggempur sel tumor.
 Mengandung polisakarida yang mampu memperbaiki sintesis kode gen DNA.
 Spirulina juga meningkatkan aktivitas enzim inti sel sehingga membuat DNA dalam kondisi baik dan sehat.
 Menurut Dr Oetjoeng, pada kasus kanker, Spirulina berperan mengontrol pH darah karena tingkat keasaman darah penderita kanker sangat rendah sekitar 5,7-6,3 padahal idealnya pH 7,3. oleh karena itu, Spirulina dapat meningkatkan pH darah karena bersifat basa (Trubus 2006).
Phycocyianin merupakan pigmen yqng paling efisien dalam menangkap radiasi matahari dan menggunakannya dalam proses fotosintesis. Dari berbagai penelitian terbukti bahwa phycocyanin bermanfaat untuk menstimulasi kerja sel batang pada sumsum tulang, berperan dalam produksi sel darah putih, berfungsi meningkatkan imunitas tubuh, serta sel darah merah, yang berfungsi mengedarkan oksigen keseluruh tubuh. Ketika, sel sumsum tulang belakang mengalamikerusakan akibat radiasi atau bahan kimia beracun, Phycocyanin masih mampu meningkatkan produksi sel darah putih.
Phycocyanin juga mampu meningkatkan aktivitas limfosit yang bekerja memelihara kesehatan organ tubuh, mencegah atau melawan kanker, pendarahan wasir, luka borok dan penyakit lainnya. Selain itu Phycocyanin juga memiliki kemampuan sebagai antioksidan yang membersihkan radikal bebas penyebab berbagai kanker, mencegah penyumbatan pembuluh darah akibat oksidasi kolesterol jahat LDL, antiradang dan pelindung sel otak.
Jenis spirulina yang paling tinggi nilai gizinya Spirulina Pasifica
Manfaat : Berguna untuk meningkatkan kekebalan antikanker, antivirus, prebiotik, menurunkan kolesterol, gula darah, kegemukan, menjaga hati dan ginjal, serta menetralisir logam berat dan radiasi, mengatasi anemia, meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan penyakit, mempercepat proses penyembuhan dari sakit, membantu meningkatkan metabolisme energi tubuh, membantu meningkatkan fungsi pencernaan, baik untuk masa pertumbuhan anak, meningkatkan kecerdasan dan ketajaman penglihatan pada anak-anak, sebagai suplementasi ideal untuk orang sehat dan diet.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk