Kamis, 14 Januari 2010

penyimpanan 2

PENYIMPANAN

Tujuan Penyimpanan antara lain:
1. Melindungi simplisia dari kerusakan baik secara kimia maupun fisik.
2. Memudahkan proses produksi sehingga tidak terlalu banyak biaya yang harus dikeluarkan untuk produksi lagi.
3. Menjaga keaslian khasiat dari simplisia.
4. Menyediakan simplisia dalam jumlah yang cukup jika pada suatu saat dibutuhkan dalam jumlah yang banyak.
Simplisia dapat rusak, mundur atau berubah mutunya karena berbagai faktor luar dan dalam, antara lain:
1. Cahaya
Cahaya dapat menimbulkan perubahan kimia pada simplisia, misalnya isomerasi, polimerasi, rasemisasi, dsb.
2. Oksigen udara
Senyawa tertentu dalam simplisia dapat mengalami perubahan kimia oleh pengaruh oksigen udara, sehingga terjadi oksidasi yang akan berpengaruh pada bentuk simplisia.
3. Reaksi kimia intern
Reaksi kimia intern dapat menyebabkan perubahan kimia dalam simplisia, misalnya enzim, polimerisasi, oto-oksidasi, dsb
4. Dehidrasi
Bila kelembaban luar lebih rendah dari simplisia, maka simplisia secara perlahan-lahan akan kehilangan sebagian airnya sehingga semakin mengecil.
5. Penyerapan air
Simplisia yang higroskopik bila disimpan dalam wadah terbuka akan menyerap lengas udara sehingga menjadi kempal, basah, atau mencair
6. Pengotoran
Pengotoran dapat disebabkan oleh berbagai sumber, misalnya debu atau pasir, ekskresi hewan, bahan-bahan asing dan fragmen wadah.
7. Serangga
Serangga dapat menimbulkan kerusakan dan pengotoran pada simplisia. Pengotoran tidak hanya berupa kotoran serangga tetapi juga sisa-sisa metamorfosa, seperti cangkang telur, bekas kepompong, bekas kulit serangga, dsb.
8. Kapang
Bila kadar air dalam simplisia terlalu tinggi, maka simplisia dapat berkapang. Kerusakan yang timbul tidak hanya terbatas pada jaringan simplisia tetapi juga merusak susunan kimia zat yang dikandung dan bahkan kapang dapat mengeluarkan toksin yang mengganggu kesehatan (Anonim, 1985).

PENGEMASAN
Pengemasan ialah kegiatan mewadahi, membungkus, memberi etiket dan atau kegiatan lain yang dilakukan terhadap produk ruahan untuk menghasilkan produk jadi.
Bahan pengemas ialah semua bahan yang digunakan untuk pengemasan produk ruahan untuk menghasilkan produk jadi. (Anonim, 1991)

Bungkus yang paling lazim digunakan untuk simplisia ialah karung goni. Sering juga digunakan karung atau kantong plastic, peti atau drum dari kayu atau karton dan drum atau kaleng besi berlapis. Beberapa jenis simplisia terutama yang berbentuk cairan dikemass dalam botol atau guci porselen.


ETIKET memuat ;
a. nama dan atau nomer kode bahan atau produk
b. tanggal penerimaan,pengeluaran dan penyerahan
c. jumlah penerimaan atau penyerahan dan persediaan
d. nomor bets
e. lokasi penyimpanan
f. status bahan atau produk,apakah dikarantina diluluskan atau ditolak

Untuk tiap kelompok bahan awal,produk antara,produk ruahan atau produk jadi sebaiknya dibuat kartu persediaan dengan menggunakan warna yang berbeda.

PERSYARATAN GUDANG
Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai tempat penyimpanan simplisia adalah :
1. Gudang harus terpisah dari tem-pat penyimpanan bahan lainnya ataupun penyimpanan alat dan dipelihara dengan baik (Sembiring, 2007)
2. Gudang penyimpanan harus bersih dan tertutup, agar tidak ada mikroorganisme yang masuk dan terhindar dari kontaminan.
3. Ventilasi udara cukup baik dan bebas dari kebocoran atau ke-mungkinan masuk air hujan (sirkulasi udara baik) (Sembiring, 2007)
4. Suhu gudang tidak melebihi 300C atau suhu kamar jika melebihi suhu tersebut simplista akan rusak dan jika kurang dari suhu kamar mikroorganisme dapat tumbuh dalam simplista.
5. Kelembaban udara sebaiknya di-usahakan serendah mungkin (650 C) untuk mencegah terjadinya penyerapan air. Kelembaban udara yang tinggi dapat memacu pertumbuhan mikroorganisme se-hingga menurunkan mutu bahan baik dalam bentuk segar maupun kering.
6. Masuknya sinar matahari secara langsung menyinari simplisia harus dicegah agar tidak merusak simplisia / sinar matahari tidak boleh leluasa masuk ke dalam gudang
7. Masuknya hewan, baik serangga maupun tikus yang sering me-makan simplisia yang disimpan harus dicegah.
8. konstruksi dibuat sedemikian rupa disesuaikan dengan jenis simplisia (Anonim, 1994)
9. terdapat alas dari kayu yang baik (hati-hati karena balok kayu sangat disukai rayap) atau bahan lain untuk meletakkan simplisia yang sudah dipak tadi(Anonim, 1994)
10. Pengeluaran simplisia yang disimpan harus dilaksanakan dengan cara mendahulukan bahan yang disimpan Iebih awal (“First in — First out” = FIFO) (Anonim, 1994)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk