Selasa, 02 Maret 2010

Cera Flava dan Cera Alba

Malam lebah adalah hasil proses metabolisme dari kelenjar malam yang dimiliki lebah, hasil metabolisme tersebut diekskresi melalui ruas-ruas bagian abdomen. Pada abdomen terdapat lapisan halus dimana terdapat sel yang menekskresikan lilin melalui pori. Malam lebah dihasilkan oleh lebah pekerja jenis Apis mellifera Linn (fam. Apidae, ordo Hymenoptera) dari nektar dan pollen (serbuk sari). Lilin lebah dihasilkan lebah pekerja seusia 12 hari.
Adapun klasifikasi dari Apis mellifera Linn adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Arthopoda
Class : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Familia : Apidae
Genus : Apis
Spesies : Apis mellifera

Warna lilin lebah bervariasi yaitu putih, kuning, orange hingga coklat keabu-abuan. Sifat lilin ini pada suhu yang relatif rendah atau dingin, berbentuk padatan yang keras namun mudah dipatahkan atau mudah pecah. Pada suhu kamar, lilin ini beku dan sedikit lunak. Sedangkan pada suhu 85˚F keadaannya lunak, tetapi tidak lengket jika dipijat dengan tangan. Berbentuk berkas patahan yang buram dan berbutir-butir.
Lilin lebah diimpor dari negara Jamaika, California, Chili, Mesir, Syria, Madagaskar, dan Maroko.

Cera flava
Malam ini berupa padatan kuning sampai coklat keabuan, berbau enak seperti madu, agak rapuh jika didinginkan dan bila patah membentuk granul, patahan non-hablur akan menjadi lunak oleh suhu tangan.
Cera flava tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%) dingin, tetapi larut dalam etanol panas. Asam serotat dan sebagian dari mirisin yang merupakan kandungan malam kuning dapat larut dalam kloroform P, larut dalam eter P hangat, dan larut dalam minyak lemak dan minyak atsiri. Larut sebagian dalam benzena dan karbon disulfida dingin. Pad suhu lebih kurang 30˚ C larut sempurna dalam benzena dan disulfida.
Kandungan kimia :
Cera flava mengandung lebih kurang 70% ester terutama miristil palmitat. Disamping itu juga mengandung asam bebas 14%, hidrokarbon 20%, ester kolesterol, zat warna, pollen, dan propolish.











Cara isolasi:
Madu dan sarang lebah dipisahkan dengan cara melarutkannya di dalam air, kemudian didinginkan lalu sarangnya dilarutkan kembali di dalam air yang dipanaskan. Setelah itu sarang yang telah dilarutkan di dalam air tersebut diekstraksi hingga terbentuk padatan. Padatan tersebut kemudian dimurnikan dengan cara dididihkan didalam bejana agar dapat menghasilkan lilin yang bersih. Lilin murni tersebut lalu dituangkan ke dalam cetakan yang terbuat dari tanah liat. Setelah dicetak, lilin tersebut dibersihkan dengan kain basah.


Cera alba
Malam ini berupa padatan putih kekuningan, sedikit tembus cahaya dalam keadaan lapisan tipis, berbau khas lemah dan bebas bau tengik.
Cera alba tidak larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol (95%) P dingin, larut dalam kloroform P, dalam eter P hangat, minyak lemak dan minyak atsiri.
Kandungan kimia :
Mirisin (mirisil palmitat), serin, melisin, hidrokarbon dari parafin, heptakosana, hentrakontana, dan mirisil alkohol.











Cara isolasi :
Cera alba dibuat dari cera flava yang diputihkan dengan senyawa kimia, yaitu asam kromat.

Kegunaan cera alba dan cera flava:
Lilin lebah dimanfaatkan untuk:
» industri farmasi
» bahan dasar kosmetika
» pembuatan lilin penerangan
» industri perlebahan.


Pada industri kosmetika, malam lebah digunakan sebagai bahan:
» lotion
» krim dingin
» lipstik
Pada industri farmasi, malam lebah digunakan sebagai
» pelapis pil
» pembuat salep
» bahan pembuat plester atau kain pembalut
» obat-obatan luar
» penambahan cera flava pada basis suppositoria oleum cacao dapat mempengaruhi kenaikkan titik lebur oleum cacao. Penambahan cera flava sampai 2% menyebabkan perubahan kecepatan pelarutan yang drastis sedangkan jika lebih dari 2% tidak mencolok.
Kegunaan lain malam lebah:
» dimanfaatkan untuk campuran bahan-bahan tahan air atau waterproof
» perekat
» cairan tinta
» campuran pensil
» campuran semir
» zat pengkilat
» krayon
» permen
» zat pengkilat.

Lain-lain
Pada zaman Mesir kuno malam lebah digunakan untuk memumikan mayat dan cairan pembakar suluh dan pada zaman Romawi kuno malam lebah digunakan sebagai bahan cat anti air. Pada abad pertengahan digunakan sebagai alat tukar.
































Daftar pustaka
Anonim. 1979. Farmakope Edisi III. Jakarta: Depertemen Kesehatan RI.
1995. Farmakope Edisi IV. Jakarta: Depertemen Kesehatan RI.
Caulus. P, Edward, dkk. 1973. Pharmacognosy 6th edition. Washington.
Murrukmihadi, Mimiek. 1999. Efek Penambahan Cera Flava Terhadap Pelepasan Natrium Salisilat dan Sediaan Supositoria. Majalah Farmasi Indonesia vol. 10 no. 3 th. 1999 hal. 135-139.
Wallis, T. E. 1985. Text Book of Pharmacognosy 5th edition. New Delhi: CBS Publishers.
http://www.greenspace.co.za/images/bumcream.jpg
www.goodnessdirect.co.uk
http://www.naturesgiftuk.co.uk/communities/004/005/640/531/images/4514125577.jpg
http://www.fengla.cn/images/002.jpg

















Cera flava dan Cera alba
Nama simplisia
Cera flava
Cera alba
Asal
Lebah jenis Apis mellifera Linn
Daerah penyebaran
Jamaika, California, Chili, Mesir, Syria, Madagaskar, dan Maroko.
Kandungan kimia
Cera flava mengandung lebih kurang 70% ester terutama miristil palmitat. Disamping itu juga mengandung asam bebas 14%, hidrokarbon 20%, ester kolesterol, zat warna, pollen, dan propolish.
Cera alba mengandung mirisin (mirisil palmitat), serin, melisin, hidrokarbon dari parafin, heptakosana, hentrakontana, dan mirisil alkohol.
Cara isolasi
Cera flava
madu dan sarang lebah dipisahkan dengan cara melarutkannya di dalam air, kemudian didinginkan lalu sarangnya dilarutkan kembali di dalam air yang dipanaskan. Setelah itu sarang yang telah dilarutkan di dalam air tersebut diekstraksi hingga terbentuk padatan. Padatan tersebut kemudian dimurnikan dengan cara dididihkan didalam bejana agar dapat menghasilkan lilin yang bersih. Lilin murni tersebut lalu dituangkan ke dalam cetakan yang terbuat dari tanah liat. Setelah dicetak, lilin tersebut dibersihkan dengan kain basah.
Cera alba
Cera alba dibuat dari cera flava yang diputihkan dengan senyawa kimia, yaitu asam kromat.
Kegunaan cera alba dan cera flava:
Lilin lebah dimanfaatkan untuk:
» industri farmasi
» bahan dasar kosmetika
» pembuatan lilin penerangan
» industri perlebahan.
Pada industri kosmetika, malam lebah digunakan sebagai bahan:
» lotion
» krim dingin
» lipstik
Pada industri farmasi, malam lebah digunakan sebagai
» pelapis pil
» pembuat salep
» bahan pembuat plester atau kain pembalut
» obat-obatan luar
» penambahan cera flava pada basis suppositoria oleum cacao dapat mempengaruhi kenaikkan titik lebur oleum cacao. Penambahan cera flava sampai 2% menyebabkan perubahan kecepatan pelarutan yang drastis sedangkan jika lebih dari 2% tidak mencolok.
Kegunaan lain malam lebah:
dimanfaatkan untuk campuran bahan-bahan tahan air atau waterproof , perekat
cairan tinta
campuran pensilcampuran semir
zat pengkilat krayon permen zat pengkilat

2 komentar:

  1. wah,, thx infonya..
    cera alba tu nama lainnya beeswax kan?

    BalasHapus
  2. kayaknya beeswax dgn cera alba sama.,yaa.,cuman itu kalo pure beeswax kan ada yg g pake kimia yaa.,

    BalasHapus

ayo tulis komentar donk