Selasa, 02 Maret 2010

teh hijau (green tea)

TEH HIJAU (GREEN TEA)

Teh adalah minuman kedua terbanyak setelah air yang dikonsumsi manusia di seluruh dunia. Daun teh dapat dikategorikan menjadi tiga tipe, yakni : hijau (tidak difermentasi), oolong (difermentasi sebagian), dan hitam (difermentasi). Teh hijau merupakan 20 % total konsumsi teh di dunia.
 Nama simplisia : Theae Folia
 Asal simplisia :
 Tanaman : Camellia sinensis (L) . O. Kuntze (Theaceae)
 Daerah : Cina dan Jepang
 Daerah penyebaran : India, Srilanka, Jawa (Indonesia)
 Kandungan kimia :
Kandungan utama : 1-5 % kafein (trimetilxanthin) dan 10-24 % tannin
Kandungan lain : 10-20 % polifenol yang berupa katekin (mengandung epikatekin, epikatekin galat, epigalokatekin, dan epigalokatekin galat), vitamin, mineral, purin, theobromine (dimetilxanthin) dan isomernya, theofilin, adenine, xanthin, dan volatil oil.
 Cara isolasi : Untuk memproduksi teh hijau juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Yang hendak dicapai dalam memproduksi teh hijau adalah mempertahankan manfaat kesehatannya, kemurnian, dan senyawa aktif daun teh segar sehingga semuanya itu dapat dirasakan ketika teh disajikan. Setelah dipetik, daun-daun yang masih hijau dilayukan di udara panas. Begitu menjadi layu, daun-daun itu secara tradisional disangrai dengan menggunakan wok (kuali logam untuk masak masakan Tionghoa). Tujuannya, untuk mencegah oksidasi pada daun. Proses berikutnya memberi bentuk pada daun-daun tersebut, yakni terpilin, keriting, atau bundar, sekaligus menambah keawetannya. Proses ini juga membantu pengaturan pengeluaran senyawa alami dan aroma selama penyeduhan. Tahap terakhir, daun-daun itu dikeringkan dengan pengapian sehingga keharuman dan aroma alaminya tetap terjaga. Begitu pula dengan warna hijaunya.
 Kegunaan :
Berikut ini adalah 27 macam manfaat teh hijau yang didasarkan pada berbagai hasil penelitian.
1. Dapat mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi
2. Mencegah timbulnya kadar gula darah yang tinggi
3. Menurunkan kadar kolesterol
4. Menurunkan resiko terkena berbagai penyakit hati
5. Menurunkan resiko terkena stroke
6. Membantu tubuh dalam melawan virus (seperti virus influenza)
7. Dapat menghambat penurunan fungsi syaraf
8. Memperbaiki fungsi kognitif
9. Bermanfaat bagi kesehatan gusi
10. Mencegah sesak nafas
11. Mengurangi stress
12. Menghilangkan kelelahan dan keletihan
13. Mampu mencegah timbulnya penyakit kanker
14. Mampu mengendalikan pertumbuhan tumor
15. Membantu penyembuhan penyakit kanker
16. Membantu menurunkan berat badan
17. Mengurangi resiko timbulnya radang sendi dan reumatik
18. Berfungsi sebagai anti radang tenggorokan
19. Mencegah osteoforosis
20. Mencegah timbulnya alergi
21. Melindungi lever
22. Mencegah hepatitis
23. Membantu menghalangi penyebaran virus HIV
24. Mengurangi bahaya merokok
25. Memperlambat penuaan
26. Baik dikonsumsi untuk penderita diabetes
27. Mampu mencegah keracunan makanan
Sumber: www.nwipp-newspapers.com
 Lain-lain :
 Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Anak divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Anak kelas : Dialypetalae
Bangsa : Theales
Famili : Theaceae
Genus : Camellia
Species : Camellia sinensis (L.) O.K
Sinonim : Camellia Bohea, Griff., Camellia Theifera, Dyer., Thea sinensis, Linn.
Nama umum : teh hijau
Nama lokal : enteh (Sunda), teh (Jawa)
 Deskripsi :
Tumbuh di ketinggian 200-2300 m dpl. Berbentuk pohon kecil, tampak seperti perdu (karena sering dipangkas). Bila tidak dipangkas, akan tumbuh kecil, ramping, setinggi 5-10 meter dengan bentuk tajuk seperti kerucut.
Batang : Tegak, berkayu, bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus.
Daun : Tunggal, bertangkai pendek, letak b erseling, helai daun kaku seperti kulit tipis, bentuknya elips memanjang ujung da pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip, panjang 6-18 cm, lebar 2-6 cm, warna hijau, permukaan mengilap.
Bunga : Di ketiak daun, tunggal atau beberapa bunga bergabung menjadi satu, berkelamin dua, garis tengah 3-4 cm, warna puti cerah dengan kepala sari berwarna kuning, berbau khas.
Buah : Kotak, berdinding tebal, pecah menurut ruang, masih muda hijau setelah tua cokelat kehitaman, berbiji keras.

 Lampiran
Tabel 1. Katekin pada beberapa jenis teh Indonesia (Bambang et al. , 1995)
NEGARA JENIS TEH SUBSTANSI KATEKIN (% B.K)
INDONESIA teh hitam orthodox 8,24
teh ctc 7,02
teh hijau ekspor 11,60
teh hijau lokal 10,81
teh wangi 9,28
JEPANG sencha 5,,06
CINA teh oolong 6,73
teh wangi 7,47
SRI LANKA teh hitam BOP 7,39

Tabel 2. Sediaan dan kadar katekin teh dalam kemasan
NO MEREK JENIS BENTUK KEMASAN KATEKIN (%)
1 2 Tang teh hit@m1breakfast tea double tea bag 8,82
9,40
2 2 Tang teh hitamIafternoon tea double tea bag 8,78
7.47
3 2 Tang teh htam single tea bag 6,95
7,25
4 Sari wangi teh hitam double tea bag 5,49
5,19
5 Goalpara teh hitam bungkus 5,70
6,12
6 Goalpara-excelentTea teh hitam double chamber
tea bag 7,87
7,85
7 Gunung mas teh hitam CTC tea bag 8,12
8,06
8 2 Tang teh hijau tea bag 10.89
10,85
9 Kepala jenggot teh hijau bungkus 12,31
12,30
10 Nirwana teh hijau bungkus 10,97
10,87
11 TEHINDO teh hijau bungkus 11,47

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk