Selasa, 02 Maret 2010

Virgin Coconut Oil (VCO)

Virgin Coconut Oil merupakan sari minyak kelapa murni. VCO berasal dari tanaman Cocos nucifera. Bagian yang digunakan adalah daging buah kelapa yang kemudian akan diisolasi minyaknya.
Sebelumnya, banyak orang meninggalkan minyak kelapa akibat kampanye buruk di masa lalu yang menudingnya sebagai sumber berbagai penyakit seperti penyakit jantung atau kolesterol tinggi. Riset demi riset akhirnya mempublikasikan VCO sebagai sumber nutrisi yang sangat bermanfaat untuk kesehatan, meningkatkan metabolisme, memperbaiki pertahanan tubuh sekaligus melawan berbagai penyakit. Benar atau tidaknya, tentu harus dikaji dari banyak hal yang perlu diketahui dari minyak ini.
Minyak kelapa rata-rata hampir mengandung sekitar 90% asam lemak jenuh dan sisanya asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh tidak mengandung ikatan ganda yang bercirikan padat pada suhu rendah. Kandungan asam lemak jenuh tersebut membuat minyak kelapa dianggap sebagai sumber lemak jenuh (saturated fat), dan saturated fat ini didominasi oleh asam laurat yang tersusun dari 52% asam lemak rantai menengah. Yang membuatnya sedikit spesial adalah karena jumlah asam lemak rantai menengah itu dalam perbandingannya setara dengan yang terkandung dalam ASI sehingga dianggap bermanfaat bagi kesehatan. Dibanding asam lemak rantai panjang, asam lemak rantai menengah memiliki molekul yang lebih kecil, maka lebih mudah dicerna oleh usus dan selanjutnya dalam organ hati akan diubah lebih cepat menjadi energi.


A. Klasifikasi Cocos nucivera
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Bangsa : Palmales
Suku : Palmae
Marga : Cocos
Jenis : Cocos nucifera

Nama umum/dagang : Kelapa
Nama daerah
- Sumatera : Baku (Aceh), Krambi (Gayo), Krambir (Batak), Ohi (Nias),
Krambie (Minangkabau), Nyiui (Lampung)
- Jawa : Kelapa (Sunda), Klopo (Jawa)
- Bali : Nyuh
- Nusa Tenggara: Nian (Timor), No (Roti)
- Sulawesi : Bongo (Gorontalo), Bongo (Buof), Aluu (Toraja), Kaluku
(Bugis), Kaluku (Makasar)
- Maluku : Nur (Aur), Niur (Seram), Ninelo (Ambon), Niwelhoni (Buru),
Igo (Ternate)

B. Deskripsi Cocos nucivera
- Habitus : Pohon palem berumah satu, tinggi 20-30 m.
- Batang : Tegak, silindris, permukaan kasar, coklat, tidak berduri,
tidak bercabang, sering menekuk atau miring,
- Daun : Majemuk, rnenyirip, bentuk pita, ujung runcing, pangkal
tumpul, panjang 0,5-1 m, lebar 3-4 cm, berpelepah,
tangkai silindris, panjang 0,5-1 m, hijau, pertulangan
sejajar, hijau.
- Bunga : Majemuk, bentuk malai, di ketiak daun, panjang 25-40cm,
tangkai segi tiga, panjang 10-15 cm, kuning, kelopak
bercangap, kuning tua, benang sari panjang 3-5 cm,
kuning, tangkai putik silindris, kuning, mahkota lonjong,
lima helai, kuning.
- Buah : Batu, bulat telur, berkulit serabut, hijau.
- Biji : Bulat, berkulit keras, coklat.
- Akar : Serabut, coklat.

C. Habitat Cocos nucivera
Kelapa adalah tanaman daerah tropis yang lembab. Cukup mudah beradaptasi dengan perbedaan suhu dan persediaan air dan masih umum ditemui di daerah dekat batasan zona ekologinya. Kebutuhan sinar matahari tahunan di atas 2000 jam, minimal 120 jam per bulan. Suhu rata-rata optimal pada 27°C dengan rata-rata variasi diurnal 5—7°C. Untuk hasil yang baik, suhu rata-rata minimum 20°C. Suhu di bawah 7°C dapat merusak palem muda, tetapi tiap-tiap kultivar tertentu mempunyai toleransi berbeda terhadap suhu rendah. Pada umumnya kelapa ditanam di daerah pada ketinggian di bawah 500 m, tapi dapat tumbuh subur pada ketinggian sampai 1000 m, walaupun suhu rendah akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil.
Biasanya palem tumbuh di daerah dengan sebaran curah hujan tahunan merata antara 1000—2000 mm dan kelembaban relatif tinggi, tetapi masih dapat bertahan pada daerah lebih kering tetapi dengan kelembaban tanah yang memadai. Daun yang semi-serofitik memungkinkan untuk meminimalkan kehilangan air dan tahan kering untuk beberapa bulan. Kelapa tumbuh subur pada berbagai tanah, bila drainase dan aerasinya cukup. Kelapa merupakan halofitik dan toleran pada garam dengan baik. Dapat tumbuh pada berbagai pH tapi tumbuh paling baik pada pH 5.5-7.

D. Daerah Penyebaran Cocos nucifera
Cocos nucifera merupakan tumbuhan asli daerah pantai Asia tropika dan Pasifik, tetapi daerah asal utamanya masih menjadi bahan persengketaan. Fosil-fosil kelapa ditemukan di India dan Selandia Baru. Kemampuan buah yang bersabut tebal dan berkecambah yang lambat dan tetap dapat hidup setelah terapung jauh di lautan memastikan penyebaran alami yang luas di Indo-Pasifik jauh sebelum domestikasi dimulai di Malesia. Kelapa yang didomestikasi mempunyai batang yang kuat dan buah yang besar, yang tidak tahan jika terlalu lama terapung dalam laut karena sabut dan cangkangnya lebih tipis dan perkecambahannya lebih cepat. Penyebaran awal dari kelapa domestika bersamaan dengan migrasi orang-orang Malesia ke Pasifik dan India, yang dimulai sekitar 3000 tahun yang lalu. Pelaut Polinesi, Melayu dan Arab berperan penting dalam menyebarkan kelapa ke Pasifik, Asia dan Afrika Timur. Kelapa menjadi benar-benar pantropis pada abad ke-16 setelah penjelajah Eropa membawa ke Afrika.

E. Kandungan Kimia dari VCO
Komposisi Asam Lemak Dalam VCO
KANDUNGAN KADAR
Lauric Acid 52,34 %
Capric Acid 7,71 %
Caprylic Acid 10,90 %
Myristic Acid 16,06 %
Palmitic Acid 6,04 %
Oleate & Stearic Acid 4,06 %
Linoleate 1,731 %
Lain-Lain 0,62 %

VCO akan membeku di bawah suhu 24°C, akan mencair dan jernih kembali pada suhu 24°C, dan kandungan serta mutu VCO tersebut tidak akan mengalami perubahan. VCO sangat resisten pada kerusakan, masa kadaluarsanya lama, bisa sampai 4 tahun.

F. Isolasi dan Tahapan Pembuatan VCO
Pembuatannya dilakukan dengan suhu rendah yaitu < 60°C. keunggulan dari minyak yang diproses seperti ini adalah srtruktur kimia MCFA tidak berubah. Selain itu tanpa proses pemutihan dan hidrogenasi sehingga menghasilkan munyak murni dengan kandungan zat aktif yang tinggi. Untuk mendapatkan VCO berkualitas tinggi diperlukan ketelitian yang tinggi. Jika terjadi kesalahan dalam proses pembuatan akan menghasilkan minyak yang kualitasnya rendah. Kualitas VCO dipengaruhi oleh beberapa faktor. Syarat VCO yang berkualitas baik antara lain:
- Terbuat dari buah kelapa
- Terbuat dari kelapa varietas asli
- Tanpa penyulingan
- Tanpa proses pemutihan
- Tanpa melalui proses deodorisasi
- Tanpa melalui proses hidrogenasi
- Bebas dari bahan kimia tambahan
- Bebas dari mikroorganisme
- Kadar air kurang dari 0,1%
- Pemanasan < 60°C

Ada beberapa jenis pembuatan VCO yaitu :
1. Teknik pemanasan sedang
Kelemahan : jika pemanasan dalam suhu terlalu tinggi maka santan akan rusak sehingga khasiat VCO akan berkurang.

2. Teknik fermentasi
Kelemahan : jika terdapat kontaminasi pada bahan fermentor maka jumlah VCO yang dihasilkan tidak optimal.

3. Teknik sentrifugasi
Kelemahan : butuh investigasi lebih besar.
Tahapan pembuatan VCO sentrifugasi :
- Ambil kurang lebih 10 butir kelapa tua, buang lapisan kulit luar dari kelapa, parut kelapa dan peras santan dengan air hangat-hangat kuku, diamkan santan selama 15-30 menit. Biarkan lapisan kanil atau krim santan terpisah dari lapisan air.
- Pisahkan lapisan kanil dan air dengan cara membuka keran. Berikan putaran dengan kecepatan sedang menggunakan mixer pada lapisan kanil yang telah dipisahkan. Diamkan selama 2-4 jam hingga terbentuk lapisan air, minyak dan blondo.
- Pisahkan minyak dengan teknik penyaringan bertingkat. Penyaringan pertama menggunakan saringan antikarat berukuran 200 mesh, kedua dengan kertas saring ukuran 400 mesh dan terakhir dengan kertas tisu tanpa parfum. Minyak yang terakhir ini adalah VCO.



4. Teknik pemanasan bertahap dan terkontrol
a. Persiapan bahan baku
Bahan utama pembuatan VCO adalah buah kelapa segar yang sudah tua atau matang dengan ciri-ciri sabut berwarna coklat dan buah belum ada yang berkecambah. Umur buah kelapa berkisar 11-12 bulan. Buah kelapa yang demikian akan menghasilkan rendemen minyak yang banyak.
b. Pembuatan santan
Santan dibuat dengan cara kelapa dikupas dan diparut dengan mesin pemarut kemudian diperas dengan air bersih dengan perbandingan air dan kelapa 2: 1. Pemisahan suntan dan ampas kelapa dilakukan dengan cara disaring menggunakan kain atau saringan.
c. Pemisahan krim
Santan ditempatkan dalam wadah plastik atau ember plastik transparan. Penggunaan wadah/ember plastik transparan bertujuan agar bahan santan dalam wadah akan tampak dari luar. Dengan demikian pemisahan santan dengan krim akan mudah diamati. Santan didiamkan selama 3 jam. Setelah 3 jam santan akan terpisah menjadi tiga lapisan yaitu krim (kaya minyak), lapisan tengah berupa skim (kaya protein) dan lapisan bawah berupa endapan. Bagian yang dimanfaatkan untuk pembuatan VCO adalah krim. Krim dipisahkan dengan menggunakan selang plastik kecil, satu ujung selang diletakkan pada lapisan krim dan ujung lain pada wadah penampung.
d. Pemanasan krim santan
Krim merupakan bagian santan yang kaya minyak. Agar kandungan minyak dapat diambil dari krim maka diperlukan proses pemanasan pada suhu 80 - 100 ° C. Pemanasan dapat dilakukan di atas api menggunakan wajan yang baru (tidak bekas pengolahan produk lain). Hal ini dilakukan untuk menghindari perubahan dan warna dari minyak yang dihasilkan. Pengadukan dilakukan secara terus menerus. Lama pemanasan santan sampai diperoleh minyak yang belum matang adalah 3 jam ditandai terbentuknya blondo. Blondo yang terbentuk masih berwarna putih dan masih mengandung minyak 10 - 15 %. Untuk mengeluarkan minyak dari blondo dilakukan pengepresan blondo. Bahan minyak didinginkan dan disaring sebanyak tiga kali dengan menggunakan kertas saring.
e. Pemanasan minyak
Untuk mendapatkan minyak murni, minyak yang belum matang dipanaskan kembali. Pemanasan dilakukan pada suhu 80 - 100° C sampai minyak berwarna bening. Bila masih ada blondo, blondonya berwarna coklat muda.
f. Penyaringan minyak
Minyak (VCO) yang berwarna bening diangkat dan didinginkan. Setelah dingin minyak disaring dengan kertas saring dan ditampung dengan wadah kaca. Kertas saring dapat diperoleh di apotek. Agar penyaringan efisien, sebaiknya wadah penampungnya berupa gelas atau wadah kaca yang bermulut kecil.
g. Pengemasan
Setelah disaring beberapa kali (3 - 4 kali) VCO yang diperoleh berwarna bening dikemas dengan menggunakan botol-botol dari bahan plastik atau kaca dengan ukuran sesuai selera dan ditutup kedap serta dilabel. Selan jutnya VCO siap dipasarkan.



Diagram Proses Pembuatan VCO


Beragam skala produksi VCO di jalanan produsen, mulai dari para ibu rumah tangga sampai perusahaan besar. Cara pengolahannya juga beragam yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. VCO yang baik adalah VCO yang jernih, tidak berwarna apalagi keruh. VCO yang jernih menandakan kemurniannya. Jangan mengkonsumsi VCO yang sudah tengik. Ini menunjukkan bahwa asam lemaknya telah teroksidasi sehingga mutu dan manfaatnya rusak yang menyebabkan terbentuknya radikal bebas.



G. Kegunaan VCO
Virgin Coconut Oil mengandung Medium Chain Triglycerides (MCT) dan berfungsi sebagai Anti-Virus, Anti-Bakteri dan Anti-Protozoa. Asam laurat nya diubah di dalam tubuh menjadi monolaurin, sejenis senyawa monogliserida yang mampu menghancurkan lapisan lipid virus dan bakteri patogen lainnya.
Kegunaan VCO antara lain :
a) Mematikan virus: Influenza, SARS, Hepatitis C, Cacar Air, Herpes, HIV, Leukimia.
b) Mematikan bakteri penyebab infeksi: telinga, radang tenggorokan, pada gigi berlubang, saluran kandung kemih, meningitis, gonorrhea.
c) Mematikan jamur: kadas, kurap, eksim, ruam, gatal-gatal.
d) Mematikan parasit: cacing pita, lice, giardia, dan lain-lain.
e) Menyembuhkan diabetes dan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, mengatasi kelengketan platelet, memperbaiki kelenjar tiroid, memperbaiki kelenjar pankreas, mempercepat penyembuhan luka, mencegah efek osteoporosis, meredakan nyeri pada sakit ginjal dan hati.
f) Cocok untuk terapi pada pengobatan: obesitas, stroke, jantung koroner.
memperbaiki fungsi penyerapan vitamin, asam amino, dan magnesium.
g) Memperbaiki fungsi metabolisme tubuh, menurunkan berat badan, mengurangi sembelit, meningkatkan perlindungan tubuh dari bahaya kanker, mempercepat proses perbaikan jaringan tubuh yang rusak, menjaga kesehatan
hati (Liver) akibat minuman beralkohol.
h) Sebagai antioxidant yang baik (menangkal oksidasi, dan melindungi tubuh dari radikal bebas yang berbahaya), memperlambat penuaan dini, mencegah keriput, melembabkan, melembutkan, menghilangkan bercak-bercak akibat penuaan, serta mencegah kerusakan akibat radiasi sinar ultraviolet.
DAFTAR PUSTAKA

Lewis, Walter H., 1976, Medical Botany : Plants Affecting Man’s Health,
New York:Wiley Interscience.
Tjay, Tan Hoan dan Kirana Rahardja. 2007. Obat-Obat Penting, Edisi VI,
Jakarta : PT Elex Media Komputindo.
Harian Kompas, hal 23, Rabu, 22 Desember 2004.
Tabloid Gaya Hidup Sehat, hal. 15, tgl 22 Oktober 2007.
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/search.php. Minggu, 11 Mei 2008.
http://www.krambil.com/download?index.php?option=com_content&task=blogcateory=id. Sabtu, 10 Mei 2008.
http://www.plantamomedikaloka.com. Sabtu, 10 Mei 2008.
http://www.proseanet.org/florakita/printer.php?photoid=537. Minggu,
11 Mei 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

ayo tulis komentar donk