Selasa, 02 Maret 2010

Valerian

NAMA SIMPLISIA
Radix valerianae

ASAL SIMPLISIA
Berasal dari Eurasian (Eropa dan Asia) dan Amerika Utara

DAERAH PENYEBARAN
Tersebar sepanjang sungai di Eropa, dan dipanen sebagai tanaman obat khususnya di Belgia, Inggris, Eropa timur, Perancis, Jerman, Belanda, Rusia, dan USA. Tumbuh juga di daratan asia terutama yang beriklim subtropis (suhu dibawah 40o C).

KANDUNGAN KIMIA
Kandungan kimia dari Radix valerianae tergantung pada varietas, umur tanaman, kondisi pertumbuhan, dan tipe serta lama penyimpanan ekstrak. Minyak atsiri (0,2-2,8%) mengandung bornil asetat dan bornil isovalerianat sebagai komponen utama. Konstituen penting lainnya β-caryophyllene, valeranon, valerenal, asam valerinat, sesquiterpenoid dan monoterpenoid lainnya. Tiga siklopentana sesquiterpenoid (asam valerianat, asam asetoksivalerenat, dan valerenal) yang terkandung dalam V. officinalis yang membedakan dari V. edulis dan V. wallichii. Bermacam varietas V. officinalis mempunyai komposisi minyak atsiri yang berbeda-beda, contohnya bornil asetat terdapat pada 35% dari V. officinalis varietas pratensis sedangkan pada V. officinalis varietas illyrica hanya 0.45% saja.
Konstituen sekunder (antara 0.05–0.67%) adalah valepotriates. Komponen utama dari valepotriates adalah valtrat dan isovaltrat (yang biasanya terdapat lebih dari 90% dari kandungan valepotriates). Dihidrovaltrat, isovaleroksi-hidroksidihidrovaltrat, 1-asevaltrat atau kandungan senyawa lain dapat juga ada dalam jumlah kecil. Valepotriates agak tidak stabil dikarenakan struktur epoxide dan kehilangan kandungan pada waktu penyimpanan dan pengolahan, khususnya jika pengeringannya tidak sempurna. Produk yang terdegradasi antara lain baldrinal, homobaldrinal, dan valtroxal.

bornil asetat R = Ac
bornil isovalerianat R = iVal

R1 R
Valerenal H CHO
Asam valerenat H CO2H
Asam asetoksivalerenat OAc CO2H




R1 R2 R3
valtrat iVal iVal Ac
isovaltrat iVal Ac iVal
asevaltrat iVal AcOiVal Ac

baldrinal R = Ac
homobaldrinal R = iVal










CARA ISOLASI / PRODUKSI
Akar Valerian, terkandung dari bagian tanaman segar yang ada di bawah permukaan tanah, atau bagian yang telah dikeringkan pada suhu di bawah 40° C dari spesies Valeriana officinalis. Kultivasi dilakukan di tanah yang terbentang rendah, berpasir, dan berhumus yang akan disuplai dengan baik oleh kapur dan area yang lembab. Akar dipanen pada bulan September. Akar yang masih segar dicuci, dipotong-potong dan secara hati-hati dikeringkan pada sirkulasi udara dibawah 40° C.

KEGUNAAN
• Akar valerian digunakan sebagai obat penenang, tidak bisa tidur/kurang istirahat, mengatasi masalah insomnia secara natural
• Beberapa herbal bisa digunakan untuk produk suplemen diet sebagai bahan tambahan
• Anti kejang (spasmolitik)
• Stimulan pada demam tinggi dan tegang syaraf
• Obat penghilang stress (hipotensif)
• Menjernihkan suara
• Meredakan migrain dan rematik
• Pelega tenggorokan
• Menguatkan kerja jantung
• Merendahkan/menurunkan tekanan darah
• Tingtur valerian bisa untuk menghilangkan ketombe
• Sebagai umpan tikus
• Meredakan nyeri atau kram akibat menstruasi dan menopause
• Meredakan sakit gigi
• Minyak valerian juga bisa digunakan sebagai obat kolera
• Karminatif

LAIN-LAIN
Valeriana officinalis


Klasifikasi
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Subkelas : Sympetalae
Bangsa : Rubiales
Suku : Valerianaceae
Marga : Valeriana
Spesies : Valeriana officinalis
Nama umum/dagang : Valerian
Nama daerah
Jawa : Valerian
Deskripsi
Habitus : Semak, tahunan, tinggi ± 60 cm.
Batang : Tegak, bulat, lunak, permukaan licin, hijau pucat.
Daun : Majemuk, lonjong, panjang 2-4 cm, lebar 1-2 cm, tepi bercangap, tepi dan pangkal meruncing, permukaan berkerut, hijau.
Bunga : Majemuk, bentuk tandan, silindris, di ujung batang, tangkai bulat, panjang 5-10 cm, hijau, kelopak hijau muda, mahkota halus, putih, benang sari bertangkai silindris, panjang 0,2-0,4 cm, putih, kepala sari pipih, abu-abu, putik bertangkai, putih, panjang 0,2-0,3 cm, putih.
Buah : Buni, lonjong, coklat.
Biji : Bulat, kehitaman.
Akar : Tunggang, coklat muda.
Peringatan dan efek samping :
• Jika digunakan sesuai dengan dosis tidak menyebabkan bahaya bagi kesehatan. Keluhan gastrointestinal jarang terjadi.
• Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan sakit kepala, kegelisahan, kurang tidur, mydriasis (dilatasi kutil), dan gangguan fungsi jantung.
• Ketika ada luka besar di kulit atau penyakit kulit akut, demam hebat, atau penyakit karena infeksi, kelemahan jantung, mandi dengan penambahan minyak atsirinya atau ekstrak dari obat sebaiknya dihindari
Interaksi obat :
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa valerian mempunyai efek aditif ketika digunakan dalam kombinasi dengan barbiturat dan benzodiazepin (Leushcner,1993 dan Hilter,1996). Meskipun tidak ada keluhan efek depresif ketika dikombinasikan dengan alkohol namun penggunaan valerian bersama-sama dengan alkohol tidak dianjurkan karena efek sedativ dari valerian. Tidak dianjurkan pula mengoperasikan mesin-mesin berat dan mengendalikan kendaraan beberapa jam setelah pemakaian.










Contoh produk :


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2000. PDR for Herbal Medicine hal 783-785. Montvale : Medical Economics
Company
Claus, Edward, P., dkk. 1970. Pharmacognosy 6th edition. Philadelphia : Lea dan
Febiger
Ebadi, Manuchair. 2002. Pharmodynamics Basis of Herbal Medicine. USA : CRC Press
Hutapea, Johnny Ria, dkk. 2000. Inventaris Tanaman Obat Indonesia I. Jakarta : Depkes
RI
Robbers, James E., dkk. 1996. Pharmacognosy and Pharmacobiotechnology. USA :
Media Pennsylvania
Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan. Yogyakarta :
Gadjah Mada University Press
Internet :
www.aatp.org/atp/20030415/7155.html
www.ait.medicine.about.com/cs/herbsvitaminsrz/a/valerian.htm
www.anxiety_and_depression_solution.com/articles.complementary_medicines/herb
s_supplement/valerian.php
www.botanical.com/botanical/mgmh/v/valeri01.htm
www.enwikipedia.org/wiki/valerian_(herbs)
www.fairview.org/healthlibrary/content/ma-valerian-ma.htm
www.kcweb.com/herbs/se_valerian.htm
www.mediastore.com/nutracare/isi_calm.php?isi_calm=calm_into
www.medicine/herbs_supplement/valerian.php
www.mountainroseherbs.com/learn/valerian.php
www.ods.od.nih.gov/factsheets/valerian.asp
www.peoplepharmacy.com/archives/herbs_library/valerian.php
www.springboard4health.com/notebook/herbsvalerian.html
www.umm.edu/altmed/articles/valerian-000279.htm
www.uspharmacist.com/oldformat.asp?url=newlook/files/alte/ACV2F8A.cfm&pub_id=
&article_id=83
www.vitamins.ultimatetatburner.com/valerian-root.html
www.warintek.riset.go.id/pangan_kesehatan/tanaman_obat/depkes/3-155.pdf
www.who.int/medicinedocs/es/d/js2200e/#j52200e.29herbalgram.org/bodywise/expande
dcommissione/default.asp?M=99
RESUME
NAMA SIMPLISIA
Radix valerianae
ASAL SIMPLISIA
Berasal dari Eurasian (Eropa dan Asia) dan Amerika Utara
DAERAH PENYEBARAN
Tersebar sepanjang sungai di Eropa, dan dipanen sebagai tanaman obat khususnya di Belgia, Inggris, Eropa timur, Perancis, Jerman, Belanda, Rusia, dan USA. Tumbuh juga di daratan asia terutama yang beriklim subtropis (suhu dibawah 40o C).
KANDUNGAN KIMIA
Minyak atsiri (0,2-2,8%) mengandung bornil asetat dan bornil isovalerianat sebagai komponen utama. Konstituen penting lainnya β-caryophyllene, valeranon, valerenal, asam valerinat, sesquiterpenoid dan monoterpenoid lainnya. Tiga siklopentana sesquiterpenoid (asam valerianat, asam asetoksivalerenat, dan valerenal) yang terkandung dalam V. officinalis yang membedakan dari V. edulis dan V. wallichii. Bermacam varietas V. officinalis mempunyai komposisi minyak atsiri yang berbeda-beda, contohnya bornil asetat terdapat pada 35% dari V. officinalis varietas pratensis sedangkan pada V. officinalis varietas illyrica hanya 0.45% saja.
CARA ISOLASI / PRODUKSI
Akar Valerian, terkandung dari bagian tanaman segar yang ada di bawah permukaan tanah, atau bagian yang telah dikeringkan pada suhu di bawah 40° C dari spesies Valeriana officinalis. Kultivasi mungkin dilakukan di tanah yang terbentang rendah, berpasir, dan berhumus yang akan disuplai dengan baik oleh kapur dan area yang lembab. Akar dipanen pada bulan September. Akar yang masih segar dicuci, dipotong-potong dan secara hati-hati dikeringkan pada sirkulasi udara dibawah 40° C.
KEGUNAAN
• Akar valerian digunakan sebagai obat penenang, tidak bisa tidur/kurang istirahat, mengatasi masalah insomnia secara natural
• Beberapa herbal bisa digunakan untuk produk suplemen diet sebagai bahan tambahan
• Anti kejang (spasmolitik)
• Stimulan pada demam tinggi dan tegang syaraf
• Obat penghilang stress (hipotensif)
• Menjernihkan suara
• Meredakan migrain dan rematik
• Pelega tenggorokan
• Menguatkan kerja jantung
• Merendahkan/menurunkan tekanan darah
• Tingtur valerian bisa untuk menghilangkan ketombe
• Sebagai umpan tikus
• Meredakan nyeri atau kram akibat menstruasi dan menopause
• Meredakan sakit gigi
• Minyak valerian juga bisa digunakan sebagai obat kolera
• Karminatif

4 komentar:

  1. ass
    kak, saya ada tugas farmakognosi. tolong bntu saya.
    apa saja bentuk sediaan valerian dan contohnya?

    BalasHapus
  2. disini aku ga bisa komen pake gambar.. cari aja di google gambar.. banyak bgt tuh contoh produknya

    BalasHapus
  3. Ada yg jual gak sekitar jakarta teh dr tanaman valeriannya?

    BalasHapus
  4. terimakasi atas informasinya :)
    www.grosirparfummalang.com

    BalasHapus

ayo tulis komentar donk